Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membahas kerja sama sektor pariwisata hingga persoalan lalu lintas bersama Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia.

“Wisatawan Inggris termasuk 10 besar kunjungan ke Bali, wisatawan Eropa umumnya sangat baik, disiplin, dan tidak banyak menimbulkan masalah,” kata Gubernur Bali Wayan Koster melalui siaran pers di Denpasar, Sabtu.

Gubernur Koster saat menerima audiensi diplomat senior itu pada Jumat (30/1) menjelaskan data kunjungan wisatawan mancanegaravpada 2025 mencapai lebih dari tujuh juta orang.

Jumlah ini tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali, bahkan melampaui capaian sebelum pandemi COVID-19, menjadi penanda kuatnya pariwisata Bali.

Meski secara umum pariwisata terkendali, Gubernur Koster mengakui masih terdapat kasus pelanggaran oleh wisatawan asing, seperti pelanggaran lalu lintas dan perilaku tercela.

Namun, Pemprov Bali telah mengambil langkah tegas bersama imigrasi melalui deportasi.

“Kami konsisten melakukan penindakan tegas, sekarang pelanggaran wisatawan asing terus menurun,” ucapnya.

“Untuk wisatawan Inggris, berdasarkan data tidak ditemukan pelanggaran yang menonjol,” sambungnya.

Menyambung pembahasan terkait pariwisata, Gubernur Bali menyampaikan bahwa tantangan untuk mendukung sektor ini adalah menyelesaikan masalah lalu lintas yaitu kemacetan dan pengelolaan sampah.

Pemprov Bali menyatakan sedang mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antar-wilayah mulai tahun ini.

“Untuk persoalan sampah, Pemprov Bali sedang menyelesaikan penanganan dari hulu hingga hilir, yang bermuara pada pembangunan fasilitas waste to energy berkapasitas lebih dari 1.000 ton sampah per hari,” ujar Koster.

“Target saya, dalam dua tahun ke depan persoalan sampah bisa kita selesaikan, dan pada 2030 akan terlihat perubahan signifikan dalam penanganan kemacetan dan infrastruktur,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Matthew Downing menyampaikan pertemuan ini mereka lalukan untuk menegaskan penguatan hubungan kerja sama antara Pemprov Bali dan Pemerintah Inggris, khususnya di bidang pariwisata dan persoalan lalu lintas.

Ia mengapresiasi atas perlindungan dan fasilitasi yang diberikan Bali kepada warga negara Inggris selama berada di Bali.

“Pertemuan ini luar biasa, kami berada di Bali dalam rangka konsulat gathering untuk bertemu dengan para pemangku kepentingan daerah, terima kasih atas perlindungan dan kerja sama yang sangat baik bagi warga negara kami,” kata Matthew Downing.

Kedutaan Besar Inggris mendata jumlah wisatawan Inggris yang berkunjung ke Bali terus menunjukkan tren peningkatan.

Pada tahun 2025 tercatat sekitar 270 ribu wisatawan Inggris masuk Bali dan angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 350 ribu wisatawan pada tahun 2026.

Pemerintah Inggris mendorong lebih banyak warga negaranya untuk berwisata ke Bali karena stabilitas, keamanan, dan kualitas destinasi pariwisata yang dimiliki Pulau Dewata.

Ia juga menyatakan siap membantu Bali dalam menangani persoalan kemacetan lalu lintas.

“Melalui program Future Cities Infrastructure Programme, Inggris bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali dalam pendampingan dan penyempurnaan studi kelayakan proyek transportasi,” ujarnya.

Kerja sama ini melibatkan perusahaan transportasi asal Inggris dengan pemanfaatan teknologi platform digital dan replika virtual Pulau Bali yang memuat data bangunan, jalan, dan destinasi wisata.

Teknologi ini memungkinkan pemerintah daerah memantau pergerakan masyarakat dan wisatawan secara langsung, memetakan titik kemacetan, serta mensimulasikan dampak pembangunan infrastruktur baru.

Di luar topik kerja sama pariwisata dan lalu lintas, Matthew Downing menyampaikan Pemerintah Inggris menawarkan dukungan di bidang pengelolaan sampah (waste management).

Kemampuan ini karena Inggris memiliki pengalaman panjang dalam sistem daur ulang, pengolahan sampah, serta perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah.

“Kami siap membantu melalui konsultan pengelolaan sampah, daur ulang, dan edukasi perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan Pemerintah Skotlandia juga berminat mempererat hubungan ekonomi dengan Bali, khususnya melalui misi dagang di sektor minuman whisky, makanan, dan kesehatan.

“Delegasi Skotlandia direncanakan ingin bertemu langsung dengan Gubernur Bali,” kata Wakil Dubes Inggris.

Kementerian Pertahanan Inggris juga berencana berkunjung ke Bali untuk mempererat hubungan bilateral melalui kegiatan olahraga, seperti pertandingan bulu tangkis bersama TNI, atlet muda Bali, serta OPD Pemprov Bali.

Inggris juga menyatakan komitmen untuk melanjutkan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya penguatan pembelajaran bahasa Inggris.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026