Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memperketat pengawasan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi di Bali menyikapi isu pasokan gas tersebut langka di sebagian Denpasar.
"Kami telah berkoordinasi untuk melakukan pengawasan bersama dinas terkait serta aparat penegak hukum (APH)," kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jatimbalinus Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Sabtu.
Menurut dia, langkah proaktif dan mitigasi terus dilakukan guna memastikan ketersediaan energi masyarakat tetap terjaga.
Upaya lain dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG subsidi berjalan tepat sasaran dan terukur, salah satunya melalui penjadwalan pelaksanaan pasar murah di beberapa lokasi yang terindikasi mengalami keterbatasan pasokan.
“Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, kami optimistis kondisi distribusi LPG di Denpasar akan segera membaik dan kembali berjalan normal dalam waktu dekat," kata Ahad.
Ahad menambahkan ketersediaan LPG subsidi di tingkat agen dan pangkalan resmi masih dalam kondisi aman.
Ia mengungkapkan dugaan kelangkaan pasokan justru terjadi di tingkat pengecer yang tidak resmi bagian Pertamina Patra Niaga.
Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, ketersediaan LPG subsidi di sejumlah pangkalan di wilayah Denpasar Barat dan Denpasar Timur masih tersedia dalam kisaran 5 - 50 tabung per pangkalan, sehingga secara umum pasokan berada dalam kondisi normal dan mencukupi.
Harga elpiji subsidi di agen dan pangkalan dipatok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan harga eceran tertinggi LPG tiga kilogram mencapai Rp18 ribu per tabung sesuai Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022.
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026