Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menanam ratusan bibit pohon di sejumlah titik untuk memitigasi risiko bencana alam.

"Dengan menanam pohon kami harap ini dapat memperkuat daya dukung alam dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya di masa depan," kata Ketua FPRB Bangli I Wayan Wiwin di Bangli, Minggu.

Ia menjelaskan reboisasi dilakukan bertahap di total lima titik yang dinilai rentan terjadi bencana tanah longsor di kabupaten berhawa sejuk itu.

Pada tahap pertama, penanaman pohon dilakukan di dua titik yakni di area Pura Munggu Desa Abang Batudinding, Kecamatan Kintamani, dan di area Pura Pucak Sari Penarukan, Desa Pulasari.

Ada pun bibit pohon yang ditanam adalah alpukat, cemara, jambu, bambu kuning, pohon bunga sandat, sukun, aren dan majegau yang merupakan pohon identitas khas Bali.

Bibit pohon tersebut merupakan sumbangan dari para donatur dan pengusaha serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Unda Anyar.

Ia menjelaskan pemilihan jenis pohon itu tidak hanya bertujuan untuk penghijauan, tetapi juga untuk konservasi tanah dan air yang efektif serta dapat digunakan untuk sarana upakara adat di Bali.

"Kegiatan reboisasi ini merupakan bagian integral dari upaya kami untuk menekan risiko bencana terutama longsor dan kekeringan di Kabupaten Bangli," ucapnya.

Penanaman bibit pohon itu juga diikuti oleh sejumlah unsur mulai dari Pemerintah Kabupaten Bangli, perangkat desa, tokoh masyarakat dan komunitas pecinta lingkungan.

"Kami harap reboisasi ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dan menginspirasi komunitas lain untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam demi meminimalisasi dampak bencana," kata dia.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025