Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar, Bali, menggaungkan perdamaian dan doa lintas agama untuk mendukung persatuan dan kerukunan bangsa.
“Kemajemukan dalam hidup berbangsa dan bernegara adalah rahmat kekuatan dan modal sosial yang perlu dirawat dan dijaga,” kata Ketua FKUB Gianyar Ida Bagus Viprajana di Kabupaten Gianyar, Kamis.
Ia mencatat sekitar 2.000 peserta mengikuti doa lintas agama dan gema perdamaian yang diadakan di Alun-alun Kota Gianyar. Adapun peserta doa lintas agama dan gema perdamaian itu yakni para kepala desa, kepala desa adat, perwakilan enam agama, dan organisasi keagamaan.
Kemudian petugas keamanan adat atau pecalang, TNI, Polri, unsur mahasiswa hingga beragam elemen masyarakat, termasuk pekerja ojek daring (ojol).
Doa dan gema perdamaian juga dihadiri Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gianyar dan DPRD Gianyar.
Menurut dia, momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI bermakna penting kepada seluruh umat beragama untuk terus memperkuat rasa nasionalisme, menjaga dan merawat persatuan NKRI menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari mempererat tali silaturahmi, memperbanyak perjumpaan dan dialog antarumat beragama dalam merawat dan memperkuat jalan bersama untuk kerukunan dan kedamaian hidup bersama,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Agung Wardhita menambahkan doa lintas agama dan gema perdamaian bukan seremoni, tapi menekankan kesadaran khususnya dari generasi muda terkait pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan itu, lanjut dia, sebagai momentum untuk menegaskan komitmen bersama meningkatkan toleransi dan keberagaman, menyatukan seluruh tokoh dan perwakilan umat beragama dalam doa kebangsaan untuk kemajuan dan kedamaian bangsa.
“Gema kedamaian dari Gianyar sebagai bukti nyata persatuan dan kesatuan adalah nafas kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Baca juga: Polda Bali dan pengemudi ojol gelar doa bersama untuk Affan Kurniawan
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025