Kepolisian Resor Buleleng, Bali bersama pemerintah daerah setempat memanen jagung hibrida unggulan bernama "Goak Poleng" sebagai wujud menjaga dan memperkuat ketahanan pangan.
"Kami juga telah meluncurkan bibit jagung hibrida tersebut sebagai wujud nyata mendukung program pemerintah bidang pangan," kata Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi di Kebun Terintegrasi Pemkab Buleleng, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Bali, Rabu.
Ia menyatakan Polri dan TNI hadir untuk memberikan dukungan pada penguatan pangan di tanah air. Polri pun siap mendukung segala program dan kebijakan pemerintah ke depannya.
“Salah satunya yaitu swasembada pangan," katanya.
Pihaknya membenarkan keunggulan bibit Goak Poleng berdasarkan hasil panen. Hasilnya lebih bagus, lebih besar, lebih panjang dan lebih berat serta volumenya juga lebih tinggi.
Hal tersebut berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. "Kalau masyarakat sejahtera berarti irisannya keamanan terjaga, situasi kondusif," papar Widwan Sutadi.
Sebagai bentuk dukungan konkret lainnya, Polres Buleleng juga akan melanjutkan program "nasi jagung".
"Pokoknya kami setiap hari melaksanakan makan siang dengan nasi jagung," kata Widwan Sutadi.
Ia meyakini jagung dapat mengisi kekurangan produksi beras dan mendorong kemandirian pangan di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut dalam jangka waktu ke depan.
Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menilai program bersama tersebut sebagai kado istimewa menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menegaskan optimisme menuju swasembada pangan di Kabupaten Buleleng.
"Ini sangat membuat kami berbangga dan optimis menuju swasembada pangan di Kabupaten Buleleng," ujarnya usai panen.
Ia menekankan potensi strategis jagung sebagai sumber karbohidrat pengganti beras, terutama dengan ketersediaan lahan kritis di Buleleng yang luas dan dapat dimanfaatkan.
Bibit Goak Poleng, hasil inisiasi Polres Buleleng diklaim memiliki keunggulan signifikan.
"Dari spesifikasinya, tahan dengan perubahan cuaca," kata Sutjidra.
Hasil panen perdana di lahan seluas satu hektare tersebut mencapai 9,1 ton, angka yang menjanjikan bagi petani.
"Ini angin segar atau harapan baru bagi petani-petani khususnya petani jagung di Buleleng," imbuhnya.
Untuk mendukung ketahanan pangan, Pemkab Buleleng berencana melakukan hilirisasi produk jagung.
"Nanti kita akan luncurkan yang namanya beras nasi jagung Buleleng, beras jagung," ungkap dia.
Langkah ini dianggap penting seiring menyempitnya lahan sawah akibat alih fungsi. Guna menjaga lahan pertanian produktif, Pemkab Buleleng memberikan insentif pajak sebesar 90 persen ditambah 10 persen dari Gubernur Bali sehingga total 100 persen.
"Petani-petani kita yang lahannya di kawasan lahan pertanian berkelanjutan betul-betul tidak dikenakan pajak," kata Sutjidra.
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025