I Gusti Ngurah Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa resmi menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar usai dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Setelah mengucapkan sumpah jabatan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, pasangan yang dikenal dengan paket Jaya-Wibawa ini sah menahkodai ibu kota Provinsi Bali, Kota Denpasar untuk periode kedua yakni 2025-2030, demikian siaran pers Humas Pemkot Denpasar hari ini.
Rangkaian pelantikan diawali dengan persiapan di Kawasan Monumen Nasional. Selanjutnya, para kepala daerah mengikuti kirab menuju Istana Negara.
Para bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota dilantik berdasarkan Kepmendagri tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pada Kabupaten dan Kota Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 Masa Jabatan Tahun 2025-2030.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pelantikan yang digelar secara serentak tersebut merupakan momen bersejarah dalam pemerintahan Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan memiliki demokrasi yang terus berkembang.
"Saudara-saudara, ini saya kira adalah momen bersejarah pertama kali di negara kita, kita lantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, 85 wakil wali kota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah dilantik serentak di Istana Merdeka oleh Kepala Negara," ujar Prabowo.
Selanjutnya, Prabowo Subianto menegaskan kepada para kepala daerah akan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan rakyat. Presiden mengatakan para kepala daerah harus membela kepentingan rakyat, dan berjuang untuk perbaikan hidup masyarakat.
Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pada periode kedua ini pihaknya akan bekerja keras dalam mengatasi permasalahan di Kota Denpasar.
"Kami akan senantiasa melanjutkan apa yang menjadi program sebelumnya sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara holistik, berkelanjutan dan kemanfaatan, inilah yang tertuang dalam visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul)," ujarnya
Dia menjelaskan dalam melanjutkan pembangunan nanti, Jaya-Negara mengaku siap merangkul semua pihak.
Hal ini adalah semata-mata untuk mendukung percepatan pembangunan, serta mendukung optimalisasi penanganan permasalahan di Kota Denpasar.
"Ke depan, kolaborasi dan sinergitas menjadi kunci keberlanjutan pembangunan, program kerja yang telah dirancang akan terus dioptimalkan serta disinergikan, termasuk juga dengan seluruh elemen dan stakeholder di Kota Denpasar," ujarnya.
Dia mengatakan setelah dilantik dan mengikuti retret di Magelang, keduanya akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan sampah, kemacetan, infrastruktur, banjir dan lainnya.
"Kita berdua akan melanjutkan pekerjaan, terutama permasalahan sampah, kemacetan dan infrastruktur, termasuk pendidikan dan kesehatan yang muaranya pada peningkatan kualitas SDM, mohon doanya untuk mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Makmur, Aman, Jujur dan Unggul (MAJU)," ujarnya.
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025