Kepolisian Republik Indonesia bersama Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali menggelar evaluasi dan menyiapkan strategi atas kemacetan yang terjadi pada liburan akhir tahun 2023 khususnya pada jalur menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aan Suhanan usai menggelar rapat terbatas dengan semua pemangku kepentingan lainnya di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Badung, Selasa mengatakan Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, Otoritas Bandara, Polda Bali perlu merumuskan strategi kedepan untuk menghindari kemacetan seperti yang terjadi pada liburan akhir tahun yang baru lewat.

Dia sendiri mengakui ada beberapa hal yang mempengaruhi kemacetan di jalur menuju Bandara Ngurah Rai yakni ada peningkatan jumlah penumpang dan volume kendaraan yang masuk ke Pulau Bali serta aktivitas masyarakat yang memarkir kendaraan di pinggir jalan.

"Kami mencatat beberapa hal memang ada peningkatan arus puncak. Puncak arus itu Bandara khususnya tanggal 22 dan 23 Desember 2023, orang maupun kendaraan. Arus lalu lintas pada tanggal tersebut bisa kita katakan masih normal reguler. Tanggal 29 Desember kalau melihat angka memang di bawah tanggal 23 Desember" kata dia.

Berdasarkan hasil evaluasi singkat dengan stakeholder terkait lainnya, ada beberapa hal yang perlu dibenahi di jalur-jalur menuju Bandara maupun di dalam Bandara Ngurah Rai sendiri seperti rekayasa lalu lintas, tempat parkir, penambahan jalur dalam bandara, hingga rencana jangka panjang membangun jalan layang menuju Bandara Ngurah Rai.

"Ke depan kita melakukan beberapa perubahan rekayasa lalu lintas di seputaran Bandara sampai Tol Bali Mandara, kemudian di dalam bandara sendiri saya dapat laporan dari pak GM juga akan melakukan perubahan traffic flow sehingga tidak terdapat crossing (penyebrangan) lagi. Dan ada beberapa pemindahan taxi ke tempat yang tidak menganggu akses masuk dan keluar Bandara," kata Aan Suhanan.

Rencana-rencana tersebut masuk dalam solusi jangka pendek, jangka menegah dan jangka panjang yang sudah dikoordinasikan bersama semua pihak dan ditindaklanjuti melalui rapat teknis semua stakeholder.

"Jangka pendek, di dalam bandara tidak ada lagi crossing flow antara pejalan kaki dan kendaraan. Kemudian pemindahan full taxi dipindahkan di tempat yang tak menganggu. Otoritas Bandara dan Perhubungan kita membuat rekayasa lalu lintas saat padat, sedang dan sangat padat," kata dia.

Menurut keterangan Kakorlantas Polri, khusus pada tanggal 29 Desember 2023 kepadatan dan kemacetan lalu lintas dipicu oleh banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan serta kegiatan-kegiatan masyarakat dan ditunjang oleh kondisi jalan di Bali yang sempit.

"Saya dengar lapangan ada yang parkir di bahu jalan, di jalan badan, ada kegiatan masyarakat yang memang pada hari itu mobilisasi masyarakat ada peningkatan. Ada kegiatan hari-hari baik di Bali sehingga banyak mobikisasi di jalan. Jadi, kita tidak menunjuk siapa yang salah, siapa yang berkontribusi. Semua berkontribusi terhadap kejadian 29," katanya.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menambahkan untuk mengantisipasi adanya kemacetan di dalam area Bandara, pihaknya akan menambah jalur dan pengaturan tempat penurunan penumpang.

"Di dalam bandara ditambah jalur. Sekarang ada dua nanti akan dijadikan tiga atau empat. Nanti akan ada perbaikan flow kendaraan, gedung parkir internasional. Memang ada belokan yang cukup patah sehingga menimbulkan antrian sehingga kita akan buatkan flownya yang lebih smooth sehingga arus lebih cepat," kata Handy.


 

Pewarta: Rolandus Nampu

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2024