Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR), Bali, Prof Dr Ni Putu Tirka Widanti, MM, MHum, dikukuhkan sebagai guru besar tetap UNR bidang ilmu kebijakan publik dan tercatat sebagai guru besar kedua di kampus tersebut.

"Kami mengapresiasi kerja keras dan perjuangan Prof Tirka Widanti. Selain sebagai rektor dan dosen di pascasarjana, juga sebagai dosen tamu di luar negeri," kata Ketua Yayasan Jagadhita AA Gde Raka, di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, di tengah kesibukan ilmiah Prof Tirka akhirnya mampu meraih jabatan akademik tertinggi tersebut. "Semoga kerja keras dan kemampuan tinggi ini dapat menginspirasi akademisi UNR dalam semangat mencapai guru besar," katanya.

Pengukuhan Tirka Widanti tersebut juga dirangkai dengan penyerahan SK Guru Besar dari Kemendikbudristek untuk Dr Ade Maharini Adiandari, SSos, MM, CFP, CHRA, bidang Ilmu Manajemen Keuangan. SK diserahkan Kepala LLDikti VIII Dr Ir I Gusti Lanang Bagus Eratodi itu.

Ia mengucapkan selamat dan mengapresiasi semangat dan kerja keras Prof Tirka sehingga mampu mencapai jabatan akademik tertinggi guru besar.

Pihaknya berharap kepada Tirka Widanti agar memotivasi dosen-dosen lainnya, sehingga UNR terus melahirkan guru besar. Tahun 2024 dipastikan mengukuhkan Guru Besar Prof Ade Maharani Adiandari.

Sementara itu Prof Tirka Widanti mengucapkan puji syukur kepada Tuhan atas capaian yang diraih dengan jabatan akademik tertinggi yaitu sebagai Guru Besar Tetap di UNR. Capaian ini dapat diraih tentu berkat dukungan sivitas akademika UNR dan Yayasan Jagadhita selaku badan hukum yang memayungi UNR.

Dalam pengukuhan guru besar tetap tersebut, Prof Tirka menyampaikan orasi ilmiah terkait "Isu Kesetaraan Gender dan Kebijakan Pemberdayaan Perempuan Global: Refleksi Publikasi Internasional dalam Dua Dekade Terakhir" yang turut disaksikan Kepala LLDikti Wilayah VIII, Senat dan para undangan lainnya.

"Saya bersyukur selaku dosen mendapat tambahan sebagai rektor. Semua dosen yang ada di UNR selalu semangat mencapai prestasi segala hal di bidang akademik," ucapnya.

Prof Tirka mengenang untuk proses mencapai jabatan fungsional guru besar selalu diwarnai suka dan duka. Selama 14 tahun menjadi dosen, proses penelitian kadang lancar dan kadang ada hambatan data maupun informasi.

Dalam kesempatan sama Kepala LLDikti VIII Bagus Eratodi mengatakan tercapainya puncak guru besar merupakan puncak karier yang tidak mudah.

Kemudian berproses selama 14 tahun juga bukan waktu yang singkat. Deretan akademik, prestasi publikasi, hak paten, maupun jurnal membuktikan seorang dosen mencapai jabatan tertinggi tidak mudah.
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023