Renon Festival yang diselenggarakan oleh Desa Adat Renon, Denpasar, Bali mengangkat berbagai macam tradisi dan memajukan ratusan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bendesa/Kepala Desa Adat Renon I Wayan Suarta di Denpasar, Bali, Kamis mengatakan Renon Festival yang baru pertama kali dibuat tahun ini merupakan momentum untuk merayakan lima abad perjalanan Renon sebagai sebuah kawasan dengan sejarah yang panjang.

"Penyelenggaraan Renon Festival ada perjalanan sejarah yang perlu dirayakan dengan melibatkan banyak pihak. Kami ingin merayakan berbagai peristiwa dalam sejarah Desa Adat Renon dengan berbagai kegiatan yang memadukan unsur tradisional dan budaya modern," kata Suarta.

Festival tersebut akan berlangsung mulai September hingga puncaknya pada Desember tepatnya di perayaan ulang tahun Desa Adat Renon 27 Desember.

Menurut penuturan Suarta, tema yang diangkat dalam festival tersebut adalah Kanda Pat (Semesta Bersaudara) sebagai manifestasi dari beberapa aspek penting baik sejarah budaya, ekonomi sosial, kesenian tradisional dan modern.

"Renon itu sebuah tanah yang sangat subur, dan di sana masyarakat itu hidupnya sejahtera dan makmur. Makanya disebut Reno, tetapi lama kelamaan orang menyebutnya Renon seperti yang ada sekarang ini. Kami memiliki sejarah yang panjang, karena itu perlu dirayakan agar generasi sekarang juga tahu sejarahnya," kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Renon Festival Wayan Sukarsa mengatakan ada berbagai agenda yang menjadi bagian penting dari penyelenggaraan festival tersebut seperti Renon Kite Festival/festival layang-layang, kolaborasi Jepang dan e-sport, Renon Motofest, Kontes Ikan Mas Koki Bali, Festival Baleganjur se-Denpasar Selatan, Lomba Penjor dan puncak festival pada Desember 2023.

Renon Kite Festival akan berlangsung 16-17 September 2023 di Pantai Padang Galak, Denpasar. Sukarsa mengatakan hingga Kamis (14/9), sudah ada ratusan pelayang dengan berbagai jenis layang-layang yang sudah mendaftar kepada panitia. Ada berbagai kategori yang akan dilombakan mulai dari kategori remaja, kategori dewasa, kategori big size dengan mengambil bentuk layangan tradisi Bali antara lain Layangan Bebean, Layangan Janggan, Layangan Pecukan, Layangan Bebean Jago, Layangan Janggan Buntut, serta Layangan Kreasi.

Pada 23-24 September 2023, festival tersebut akan dilanjutkan dengan kontes budaya Jepang dan e-sport.

"Ratusan peserta sudah mendaftar. Dalam kontes ini akan mengkolaborasikan budaya modern dengan tradisional sesuai dengan tema yang kami angkat Kanda Pat-Semesta saudara. Kita punya warisan empat banjar. Empat pilar membawa pesan persatuan," kata Sukarsa.

Selanjutnya, pada 15 Oktober 2023, Renon Festival menghadirkan Kontes Ikan Mas Koki Bali.

Pada 18 November 2023, acara dilanjutkan dengan lomba penjor dan Gebogan. Ada berbagai acara yang akan dilaksanakan pada ajang tersebut yakni lomba penjor, lomba mewarnai kategori anak-anak, Parade Desa, Parade Gebogan, Parade busana Bali, Barongsai (Cina), sepeda hias anak, Parade Ontel, Beleganjur, pementasan tari, Parade rare Angon, Parade komunitas Muslim, dan kontes mobil hias.

Pada 19 November 2023 akan digelar lomba Baleganjur se-Denpasar Selatan.

Puncak acara akan berlangsung pada 23-25 Desember 2023 bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar yang diisi dengan pertunjukan musik dan pameran UMKM.

"Karena ini ajang masyarakat, kami ingin perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM juga berjalan. Ini bagian dari upaya membangkitkan kembali geliat UMKM masyarakat kita dengan memamerkan dagangan atau hasil usaha mereka," kata Sukarsa.

Pewarta: Rolandus Nampu

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023