Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengungkap kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia terus meningkat sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan 16 Agustus 2023.

"Beberapa lembaga think thank dan media internasional juga memperkuat pernyataan Presiden tersebut," kata Menlu RI Retno Marsudi pada kuliah umum bertajuk "Peran Kementerian Luar Negeri dalam pelaksanaan diplomasi soft power Indonesia" yang digelar Universitas Andalas, di Padang, Senin.

Sambutan Retno Marsudi tersebut disampaikan melalui rekaman video. Sebab, pada saat bersamaan Menlu Retno sedang berada di Nairobi bersama kepala negara dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Beberapa lembaga think tank seperti Lowy Institute menyebut bahwa pengaruh diplomatik Indonesia terus menguat. Bahkan, Indonesia termasuk satu dari enam negara yang mengalami kenaikan comprehensive power di Asia.

"Pada 2022 Indonesia merupakan negara ketiga paling aktif melakukan diplomasi di kawasan Asia," ujarnya.

Retno mengatakan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Capaian positif itu diraih atas investasi diplomasi yang panjang, konsistensi diplomasi hingga kebijakan politik luar negeri Indonesia selama ini dijalankan.

"Kepercayaan yang tinggi adalah bentuk kepercayaan dunia," ujarnya.

Kendati demikian Menlu RI mengingatkan bahwa hal itu juga menjadi tanggung jawab dan amanah yang besar bagi Indonesia. Dengan kata lain, pemerintah harus terus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, serta selalu menjadi bagian dari solusi permasalahan yang terjadi di tataran global.

Apalagi saat ini situasi global penuh dengan ketidakpastian, dan ditambah lagi dengan rivalitas merger power yang semakin tajam.

Keberhasilan Indonesia dalam kepemimpinan-nya di Presidensi G20 diharapkan terus meningkatkan kepercayaan dunia internasional kepada Ibu Pertiwi.

"Peran dan kepemimpinan Indonesia dalam G20 sangat krusial dalam menjembatani perbedaan dan menyuarakan kepentingan negara berkembang," kata Menlu.

Terakhir, dalam waktu dekat Indonesia kepemimpinan Indonesia akan diuji sebagai Ketua penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Sama halnya saat penyelenggaraan G20, situasi global saat ini juga tidak jauh berbeda, tambah dia.


Baca juga: Indonesia tekankan pentingnya ASEAN jadi pusat produksi kendaraan listrik

Baca juga: Produk UMKM Indonesia jualan di "Harbolnas" ASEAN

Baca juga: Di pertemuan Asean, Mendag ungkap Eropa terima impor batu bara tapi tolak kopi

Pewarta: Muhammad Zulfikar

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023