Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyarankan warga persyarikatan Muhammadiyah yang menunaikan shalat Idul Adha 1444 Hijriah pada Rabu melaksanakan pemotongan hewan kurban serentak dengan warga lain pada Kamis (29/6).

"Saya sarankan, sesuai saran dari berbagai pihak, sebaiknya dilaksanakan besok bersama-sama dengan saudara kita yang akan melaksanakan Idul Adha besok," katanya setelah melaksanakan shalat Idul Adha di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, Rabu.

Muhadjir menyampaikan bahwa penyembelihan hewan kurban boleh ditunda selama masih dalam hari tasyrik.

"Agar (tampak) semangat kebersamaan, tunggu satu hari tidak masalah, karena hari tasyriknya tiga hari, jadi masih ada waktu dua hari untuk kita menyembelih hewan kurban," kata dia.

Mengenai penyaluran hewan kurban, Muhadjir menyampaikan bahwa dia telah menyalurkan domba/kambing ke sejumlah daerah.

Dia mengajak warga yang memiliki harta lebih untuk menunaikan ibadah kurban sekaligus membantu warga yang membutuhkan.

"Ini kesempatan kita untuk berkurban dalam rangka menggambarkan bahwa kita adalah bangsa yang pemurah dan suka berderma," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengimbau warga Muhammadiyah menyembelih hewan kurban di rumah pemotongan hewan, tidak di halaman masjid atau halaman sekolah.

Jika terpaksa harus menyembelih hewan kurban di halaman, ia mengatakan, maka panitia kurban wajib melaksanakannya secara profesional sesuai syariat.

"Kita tidak bisa sekadar melaksanakan (kurban) karena harus merepresentasikan Islam yang berkemajuan. Sekarang banyak pihak memiliki concern, terutama aktivis hak asasi binatang yang mengkritik (teknis pelaksanaan) ibadah ini," kata Mu'ti.


 

Pewarta: Asep Firmansyah

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023