Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan melepas 246 peserta magang hasil kerja sama dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) ke Jepang.

"Hari ini secara resmi, saudara-saudara dilepas untuk meningkatkan kompetensi di Jepang. Saya berpesan untuk tetap fokus pada tujuan mulia saudara-saudara saat ini. Jangan terdistraksi oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan niat, kepercayaan, dan cita-cita saudara, " ujar Menaker Ida Fauziyah di Jakarta, Selasa.

Menaker menyampaikan 246 peserta magang itu bertolak menuju Jepang pada Rabu (29/3) untuk mengikuti program magang di perusahaan yang bergerak di berbagai bidang kejuruan, seperti bidang kejuruan, industri, manufaktur dan konstruksi serta caregiver.



Ida Fauziyah berpesan kepada para peserta magang, untuk tidak ragu curhat ke sesama peserta, sensei, pihak IM Japan, atau bahkan ke perwakilan negara di KBRI Jepang.

"Gunakan kesempatan pemagangan ini sebagai batu loncatan untuk meningkatkan kompetensi, memperkaya pengalaman, serta tentu saja membanggakan keluarga yang telah memanjatkan doa terbaik untuk saudara-saudara sekalian," tuturnya.

Menurut Ida Fauziyah, pemagangan ke Jepang yang berlangsung sekitar 30 tahun terbukti mampu menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan mumpuni, etos kerja, disiplin, daya juang, ketekunan dan kemandirian.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada IM Japang atas terjalinnya kerja sama selama ini, dan berharap terus ditingkatkan pada level dan kapasitas yang lebih besar lagi.

"Saya mengamati pemagangan ke Jepang dapat meningkatkan taraf hidup bagi peserta magang dan keluarganya, dan tidak sedikit dari alumni pemagangan mampu berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.



Sementara itu, Dirjen Binalavotas Kemnaker, Budi Hartawan mengatakan pemagangan merupakan bagian dari proses pelatihan dengan menempatkan peserta di perusahaan yang ditujukan untuk meningkatkan soft skills dan hard skills.

"Melalui pemagangan ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi angka pengangguran. Pemagangan yang dikembangkan oleh Kemnaker adalah pemagangan dalam dan luar negeri," kata Budi Hartawan.
 

Pewarta: Zubi Mahrofi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023