Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan "Energy Transition Mechanism" (ETM) Country Platform di Bali, Senin, sebagai bagian dari mekanisme pembiayaan yang dapat mempercepat transisi energi, salah satunya melalui pensiun dini PLTU yang berbasis batu bara.

Saat memberikan sambutan pada acara peluncuran itu Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa Mekanisme Transisi Energi (ETM) Country Platform itu merupakan bentuk kesiapan Indonesia terutama dari sisi kelembagaan dan regulasi dalam menghimpun investasi untuk transisi energi.

“Mekanisme Transisi Energi Country Platform Indonesia akan menjadi alat untuk menghimpun investasi dari sektor swasta dan publik, termasuk memobilisasi pembiayaan untuk aksi iklim. Dan kami berharap, (ETM Country Platform) dapat meyakinkan komunitas internasional bahwa kami memiliki platform yang kredibel (untuk menghimpun investasi transisi energi),” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Menkeu: Dana Pandemi bukti G20 hasilkan aksi konkret untuk dunia

Sri Mulyani mengatakan beberapa minggu lalu Indonesia melalui ETM Country Platform telah mengalokasikan dana konsesi 500 juta dolar AS sehingga diharapkan dapat menarik investasi sampai 4 miliar dolar AS untuk mempercepat pensiun dini beberapa PLTU batu bara (coal power plant) dengan kapasitas total 2 gigawatt.

“Rencana itu dapat mengurangi 50 juta ton emisi karbon pada 2030 atau 160 juta ton emisi karbon pada 2040,” kata Menteri Keuangan.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menegaskan bahwa ETM Country Platform merupakan aksi konkret Indonesia yang akan memupuk kepercayaan para pebisnis dan investor dari dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal ke program-program transisi energi di Indonesia.

“Kita mencetak sejarah hari ini. Indonesia dapat melakukannya, dan saya yakin banyak negara berkembang dan negara maju lainnya dapat mengambil langkah yang sama,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa menyampaikan ETM Country Platform Indonesia mencerminkan empat hal penting, yaitu kepemimpinan, kemitraan, pembiayaan, dan komitmen politik untuk transisi dari energi fosil ke energi berbasis EBT (energi baru dan terbarukan).

Baca juga: Menkeu: Indonesia raih tiga prestasi dalam penanganan pandemi

“Kami berencana mengalokasikan dukungan dana lebih dari 2 miliar dolar AS untuk mendukung transisi energi di Indonesia,” kata Asakawa saat jumpa pers selepas acara peluncuran ETM Country Platform di Bali, Senin.

Ia yakin ADB, Pemerintah Indonesia, dan mitra lainnya dapat memobilisasi dana sampai dua kali lipat dari jumlah itu dalam 5 tahun ke depan. “Dana tersebut akan mendukung investasi di transisi energi serta kebijakan-kebijakan pendukungnya,” kata Presiden ADB.

Dalam kesempatan yang sama, Asakawa juga menilai ETM Country Platform Indonesia sebagai “milestone” atau tonggak bersejarah aksi transisi energi.

“ADB terus mendukung langkah yang menjanjikan dari Indonesia berikut model (pembiayaan) yang ditawarkan untuk (membangun kemitraan di) kawasan,” kata Asakawa.

Pada acara peluncuran ETM Country Platform, sejumlah pejabat asing turut hadir, di antaranya Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen dan Managing Director of Operations Bank Dunia Axel van Trotsenburg.
 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022