Gubernur Bali Wayan Koster dalam kunjungannya ke lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Tabanan mengatakan bahwa perbaikan jalan dan jembatan putus di Banjar Cau, Desa Tua, nantinya akan menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

"Khusus untuk akses jalan dan jembatan di Banjar Cau, Desa Tua ini sebetulnya kewenangan ada di Kabupaten Tabanan, namun akan kami bantu lewat APBD Provinsi Bali tahun 2023 melalui skema Bantuan Keuangan Khusus, sehingga bisa dibangun jembatan yang permanen, bagus dan kuat guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali," kata dia.

Di Kabupaten Tabanan, Kamis, Wayan Koster menyampaikan bahwa Pemprov Bali saat ini sedang merancang relokasi bagi warga yang tinggal di lokasi rawan serta membangun kembali fasilitas umum seperti infrastruktur jalan, jembatan, dan saluran air sebagai penanganan jangka panjang.

“Seluruh skema penanganan bencana tersebut siap dibahas dan diputuskan pada Rapat Koordinasi yang akan melibatkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat,” ujar Gubernur Bali.

Adapun lokasi terdampak bencana alam banjir bandang yang menjadi perhatiannya sejak Senin (17/10) lalu adalah Pura Campuhan di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kediri yang hancur, jalan dan jembatan di Banjar Cau, Desa Tua, Marga yang putus, dan rumah I Made Gerindem di Banjar Bayan, Desa Tua, Marga dalam kondisi tembok pembatas hancur sampai ruang kamar tergenang air.

Baca juga: PKK Bali bantu korban bencana di Tabanan

Dalam skema penanganan dampak bencana yang dirancang Gubernur Koster pendanaannya nanti akan bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, dan APBD Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

“Apabila bencana ini sudah dinyatakan sebagai darurat bencana, maka kemungkinan bisa mendapat penanganan khusus lewat program APBN. Sehingga perbaikan Pura Campuhan di Banjar Ganter akan kami bahas skema bantuannya," kata Koster selain membahas dana BKK untuk jalan dan jembatan.

Sementara menunggu penanganan jangka panjang pascabanjir bandang di Kabupaten Tabanan, Koster mengaku akan lebih fokus kepada penanganan korban bencana alam tersebut, termasuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari di pengungsian.

“Jadi penanganan sosial bagi korban terdampak bencana menjadi prioritas utama kami secara jangka pendek,” ujarnya.

Untuk sementara waktu, pihak Desa Tua, Kecamatan Marga, juga berencana memasang jembatan sementara milik Zipur TNI yang sempat ditawarkan, agar akses perekonomian warga, aktifitas petani dan mobilitas siswa dapat berjalan normal.

Baca juga: Bupati Tabanan tinjau langsung dampak bencana alam di beberapa desa

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022