Direktur Komersil dan Pengembangan Bisnis Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Hempi Nartomo Prajudi menyatakan bahwa pihaknya mendukung agar forum AsiaNet dapat terus berkembang dari segi bisnis hingga menjadi pemain global untuk siaran pers.

"Kita berharap dan mendukung AsiaNet bisa jadi pemain global, karena saat ini ada tiga pemain global yang cukup besar seperti PR Newswire, Business Newswire dan Notified, kita bercita-cita jadi salah satu atau ada di rangking empat global," katanya dalam pertemuan di Kabupaten Badung, Rabu.

Melalui pertemuan forum AsiaNet yang diisi oleh 14 kantor berita di kawasan Asia Pasifik dalam "Asianet Board Meeting" di Kuta, Bali, itu, Hempi mengaku telah mendiskusikan cara tiap-tiap negara jaringan untuk mengembangkan bisnis-nya sehingga nantinya berpotensi untuk menjadi pemain global.

"Pertemuan ini lebih ke arah saling memperkuat konsorsium, membuat bisnis bersama sehingga kita bersama-sama bisa menjadi pemain global dalam hal siaran pers dan ini yang bisa kita lakukan bersama," ujarnya.

Baca juga: Forum AsiaNet bahas tantangan bisnis di tengah bermunculan media baru

Selama dua hari, LKBN ANTARA yang menjadi tuan rumah bersama 13 kantor berita lainnya berbagi pengalaman dan solusi bisnis dengan metode di negara masing-masing. Hal ini dilakukan untuk saling mempelajari model bisnis yang dilakukan satu sama lain yang memungkinkan diterapkan anggota lainnya.

"Untuk ANTARA sendiri ini sebagai salah satu pelajaran, nilai tambah di sisi komersial, bisa belajar dari negara lain. Hal yang baik kita bisa contoh dan kita aplikasikan, tentunya untuk mendorong bisnis ANTARA ke depan," kata Hempi.

Salah satu upaya untuk menggaet daya tarik masyarakat di beberapa negara jaringan adalah melalui pemanfaatan platform sosial media seperti Instagram, TikTok, FaceBook, Twitter, YouTube dan lain sebagainya.

Saat ini, LKBN ANTARA telah memulai upaya pemanfaatan sosial media menggunakan platform Instagram untuk mendekati Generasi Z, yang menurut diskusi forum AsiaNet ini yang menjadi tantangan bagi komersial untuk dapat beradaptasi.

"ANTARA sudah mulai dengan Instagram, kemudian mulai melihat TikTok, namun belum karena masih kita pelajari dan kalau memungkinkan. Kami sejalan dengan kebijakan sebagai kantor berita, jadi tergantung itu dan permintaan pelanggan," ujar Hempi usai menutup Asianet Board Meeting.

https://korporat.antaranews.com/baca/2022/10/20/1774-lkbn-antara-jadi-tuan-rumah-forum-asianet-di-bali

Yang jelas, kata dia, LKBN ANTARA akan terus mencari platform baru untuk distribusi, karena sebuah media akan semakin baik apabila distribusi-nya lebih luas, ditambah dengan adanya perubahan generasi ke generasi nantinya.

Dalam pertemuan jaringan Asianet tanggal 18-19 Oktober 2022 ini dibahas pula mengenai jumlah dan pendapatan jaringan, khususnya satu tahun terakhir, terutama upaya bangkitnya ke-14 kantor berita pasca pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

"Total jumlah press release ke-14 kantor berita lebih dari 10.000 selama satu tahun, terbesar dari Kyodo News (Jepang), kalau nominal ini mungkin sekitar 785 ribu dolar Amerika untuk setahun terakhir," kata Hempi Nartomo Prajudi kepada media.

Jumlah siaran pers ini meningkat terutama dalam tiga tahun terakhir, yaitu 8.000 ribu pada 2020 dan 9.000 pada 2021, target untuk mencapai 11.000 siaran pers hingga penghujung 2022 juga masih terbuka. Forum melihat bahwa angka ini tidak terlalu mencolok, menjadi bukti bahwa selama pandemi siaran pers masih banyak dibutuhkan perusahaan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Antara dukung Asianet jadi pemain global untuk siaran pers

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022