Selat Badung (Antara Bali) - Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Green Bay (LPD-20), singgah di Bali dalam misi pelayarannya di kawasan Asia Tenggara.
    
"Kami berada di sini mulai Kamis (18/10) sampai Minggu (21/10) setelah melakukan pelayaran dari Hawai dan Timor Leste," kata Komandan Lapangan USS Green Bay, Letkol Robinson, di atas kapalnya yang lego jangkar di perairan laut Selat Badung, Jumat.
    
Kapal pengangkut alat berat dan alat penunjang tempur lainnya itu melakukan misi pelayaran latihan dari "home base-nya" di San Diego, California, AS.
    
Selain alat berat dan alat penunjang tempur, seperti tank, panser, dan helikopter, kapal berbobot mati 28 ribu ton dengan panjang 208,5 meter dan lebar 39 meter itu juga mengangkut sedikitnya 1.000 personel Angkatan Laut AS.
    
"Kapal ini tidak pernah terlibat perang, kecuali hanya untuk latihan pelayaran dan pendaratan peralatan tempur di beberapa belahan dunia," kata Robinson mengenai kapal yang dibuat pada 2005 dan dioperasikan pertama kalinya pada 2009 itu.
    
Sementara itu, Kapten USS Green Bay, Kolonel Putnam Browne, menambahkan bahwa dipilihnya Bali sebagai tempat persinggahan atas keinginan para prajuritnya.
    
"Setelah dari Timor Leste, kami menawarkan kepada prajurit mengenai tempat singgah. Mereka sepakat memilih Bali. Pulau ini sangat indah dan mereka baru pertama kali mengunjunginya," katanya didampingi Asisten Bidang Informasi Konjen AS di Surabaya, Markus Wisnu Murti.
    
Waktu tiga hari di Bali dimanfaatkan awak USS Green Bay untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis. Mereka berangkat secara berkelompok dari lokasi lego jangkar di Selat Badung ke Pelabuhan Benoa, Denpasar, dengan menggunakan taksi air (water taxi) untuk selanjutnya dijemput bus atau angkutan darat lainnya untuk menuju objek-objek wisata sesuai pilihan mereka.

Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut I Wayan Suarjaya menyambut baik kedatangan personel Angkatan Laut AS dalam pasukan USS Green Bay itu.
    
"Setidaknya mereka sudah membuktikan sendiri bahwa Indonesia, khususnya Bali benar-benar aman," katanya setelah mendapat kesempatan mengunjungi kapal itu.
    
Ia kagum dengan kekuatan formasi pasukan di dalam kapal jenis 'landing platform dock" atau "amphibious transport dock" itu . "Kita hanya berharap bisa memiliki kapal sebesar itu untuk mendukung tugas operasional pengamanan laut kita yang luas ini," kata Suarjaya. (M038/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012