Gianyar (Antara Bali) - Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Bali meminta pengelola kebun binatang membantu mengatasi kera berwarna merah di pohon beringin Pura Dalem Batuan, Kabupaten Gianyar.
"Bisa jadi kera itu lepas dari kebun binatang di sekitar sini," kata Kepala Seksi BKSDA Bali Wilayah II, I Ketut Catur, saat melihat kera di pohon beringin Pura Dalem Batuan, Kecamatan Sukawati, Kamis.
Warga digegerkan oleh penemuan kera merah tersebut. Catur melihatnya bahwa kera itu bukan spesies baru. "Dari data yang kami miliki lutung berwarna merah ini memang ada, dan bukan spesies baru. Lutung merah itu bahasa Latinnya 'trachypithechus auratus' dan hewan ini memang dilindungi karena terancam punah," katanya.
Sementara Kelian Ageng Penyungsung Dalem Puri Batuan Sukawati, Cokorda Raka, belum bersikap atas permohonan dari BKSDA itu. "Kami harus 'meminunas' (menanyakan) hal ini kepada 'sulinggih' terkait masalah ini. Setelah itu baru akan menentukan tidakan. Yang jelas, kera itu harus diselamatkan," katanya.(IPA/M038/T007)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012
"Bisa jadi kera itu lepas dari kebun binatang di sekitar sini," kata Kepala Seksi BKSDA Bali Wilayah II, I Ketut Catur, saat melihat kera di pohon beringin Pura Dalem Batuan, Kecamatan Sukawati, Kamis.
Warga digegerkan oleh penemuan kera merah tersebut. Catur melihatnya bahwa kera itu bukan spesies baru. "Dari data yang kami miliki lutung berwarna merah ini memang ada, dan bukan spesies baru. Lutung merah itu bahasa Latinnya 'trachypithechus auratus' dan hewan ini memang dilindungi karena terancam punah," katanya.
Sementara Kelian Ageng Penyungsung Dalem Puri Batuan Sukawati, Cokorda Raka, belum bersikap atas permohonan dari BKSDA itu. "Kami harus 'meminunas' (menanyakan) hal ini kepada 'sulinggih' terkait masalah ini. Setelah itu baru akan menentukan tidakan. Yang jelas, kera itu harus diselamatkan," katanya.(IPA/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012