Denpasar (Antara Bali) - Pembangunan rumah sakit berstandar internasional milik Pemerintah Provinsi Bali terancam mundur terkait tahapan proses tender prakualifikasi yang harus dilalui.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya di Denpasar, Jumat, menyampaikan pembangunan fisik RS yang semula ditargetkan akan dimulai pada akhir September 2012 mundur menjadi minggu kedua Desember tahun ini.

"Proses tender prakualifikasi memakan waktu 55 hari. Tahapan tender hanya boleh dilakukan saat hari kerja (Senin hingga Jumat). Sementara Sabtu dan Minggu, serta hari libur berdasarkan ketentuan yang ada tidak diizinkan dilakukan proses tender," ujarnya.

Target semula pembangunan dimulai akhir September 2012 itu, kata Sujaya, dengan menghitung proses tender dapat dilakukan pada semua hari.Sementara proses tender prakualifikasi sendiri baru dimulai pertengahan September 2012. Setelah proses tersebut selesai, barulah dilanjutkan dengan tender fisik.

"Sekitar bulan Desember 2012 baru ada kontrak, sehingga pembangunan fisik RS diperkirakan dimulai minggu kedua Desember. Mundurnya proses ini tidak terlepas juga karena keterlambatan PT Adika Karsa Pratama sebagai konsultan perencana," ujarnya sembari menyebut sudah ada 10 perusahaan yang sedang menjalani proses prakualifikasi.

Di sisi lain, terkait dengan investor yang akan menjalankan operasional RS, sampai saat sudah ada sekitar 103 investor dari dalam dan luar negeri yang menyatakan berminat.

"Untuk menentukan investor operasional mana yang akan dipilih sudah dibentuk tim khusus yang diketuai oleh Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Bali. Yang dipilih, tentunya yang benar-benar pas supaya dapat menguntungkan kepentingan masyarakat Bali dan juga pemerintah," katanya.

Ia menegaskan, sebanyak 50 kamar dari 200 kamar yang terdapat di RS tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang mendapat layanan rujukan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Jadi investor harus juga memperhatikan kepentingan masyarakat Bali.(LHS/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012