Dandy Pramana Hostiadi resmi meraih gelar Doktor Network Security pada Fakultas Ilmu Komputer, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 18 Februari 2022. 

Dandy tercatat sebagai alumni pertama ITB STIKOM Bali tahun 2010 Program Studi Sistem Komputer, sekaligus alumni pertama ITB STIKOM Bali yang meraih gelar doktor.
 
Dandy berhasil mempertahankan disertasi berjudul "Pengembangan Mekanisme Korelasi dan Deteksi Aktivitas Botnet Pada Jaringan Komputer" dengan promotor Prof. Tohari Ahmad, S.Kom., MIT., Ph.D dan dipertahankan oleh Dandy  di depan tim penguji Prof Dr I Ketut Gede Darma Putra, S.Kom., MT.,  Dr.Eng. Chastine dan Fatichah, S.Kom., M.Kom 

Menurut pria asli Tabanan tetapi kelahiran Surabaya pada 05 September 1987 ini, disertasinya itu terinspirasi dari begitu masifnya serangan malware terhadap jaringan komputer sehingga perlu ada kewaspadaan atas segala kepemlikan informasi data. 

"Di era cyber ini kepedulian terhadap adanya kewaspadaan kepemilikan informasi dan data yang bersifat 'credential' menjadi hal yang penting. Apalagi terjadi peningkatan kasus serangan dan ancaman di jaringan komputer," kata Dandy.



Dandy menyebut kasus serangan dan ancaman komputer itu salah satunya menggunakan perangkat lunak illegal (dikenal dengan nama malware) yang dapat membahayakan sistem dan jaringan. Salah satunya dikenal dengan Botnet (Bot Nework).

Serangan berbahaya botnet seperti identity theft, spaming, phising hingga DoS attack, dan secara global dapat berdampak pada kerugian finansial sebuah perusahaan. 

Beberapa model deteksi IDS (Intrusion Detection System) belum mampu mendeteksi Botnet karena karakteristik Botnet berbeda dengan serangan yang ada pada umumnya, dimana Botnet memiliki struktur dan bersifat independen, sehingga dibutuhkan model deteksi yang tepat;

Dalam disertasinya berjudul "Pengembangan Mekanisme Korelasi dan Deteksi AKtivitas Botnet Pada Jaringan Komputer", penelitian yang dilakaukan Dandy adalah membangun model deteksi untuk serangan Botnet. 

Dalam hal ini, Dandy memperkenalkan  empat pendekatan yang dimodelkan secara khusus untuk mendeteksi kumpulan aktivitas serangan Bot yang serupa yang dikenal dengan Bot Group Activity dan  mendeteksi rantai penyerangan Bot dalam kelompok aktivitas Bot.

Kemudian mendeteksi skenario penyerangan sehingga didapatkan tahapan aktivitas penyerangan Bot dan mendeteksi hubungan kausalitas diatara penyerangan Bot. 



Selain itu dari deteksi aktivitas skenario penyerangan yang tersimpan dalam basis pengetahuan, dilakukan proses pembangkitan Dataset yang baru dalam bentuk Dataset Aktivitas Bot Group yang mengadopsi dari aktivitas Bot dengan keunggulan Dataset yang memiliki kausalitas aktivitas. 

Menurut dia, dalam kehidupan nyata, penelitian disertasi ini diumpamakan untuk mencari kesamaan pola atau perilaku dari tindak kejahatan, sehingga didapatkan kelompok kejadian (dari cara, teknik, penggunaan alat kriminal yang sama) dan dianalisis kembali untuk mencari kausalitas penyerangan dan didapatkan kelompok penyerangan yang berhubungan (modus yang sama atau menghasilkan informasi merupakan komplotan yang sama). 

"Penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti berikutnya, dalam pengembangan keamanan jaringan yang khusus pada analisis serangan Botnet di dalam jaringan komputer," ujar Dandy.

Dengan disertasi itu Dandy berobsesi ke depan dapat mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki agar bermanfaat di dunia akademis maupun non akademis, termasuk bermanfaat terhadap masyarakat.

"Secara mengkhusus di keilmuan saya, dapat memberikan pandangan kepada masyarakat, bahwa kewaspadaan terhadap kemilikan data dan informasi pribadi perlu dilakukan dan dijaga," katanya.

Ke depannya, teknologi akan terus berkembang dan penyalahgunaan teknologi akan mengikuti, sehingga diperlukan kesadaran akan pentingnya menjaga data dan informasi yang dimiliki.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022