Amlapura (Antara Bali) - Pengunjung objek wisata Candidasa, Kabupaten Karangasem, Bali, kini disuguhi atraksi menarik, yakni berkeliling naik jukung (perahu tradisional).
"Atraksi menarik ini sebagai upaya menggaet wisatawan agar lebih banyak datang ke objek wisata yang ada di Bali bagian timur," kata Wayan Kari, anggota kelompok jukung "Segara Baruna" di Candidasa, Kabuputaen Karangasem, Bali, Senin.
Ia mengatakan, atraksi ini sebenarnya sudah ada sejak berkembangnya objek pariwisata Candidasa. Saat ini kelompok dari penyedia jasa jukung sudah berjumlah 100 orang.
"Atraksi keliling naik jukung ini sudah ada sejak dulu. Namun perjalanan waktu itu ada pasang surutnya. Apalagi pascatragedi pengeboman di Legian Kuta 2002, wisatawan ke sini sedikit sekali," katanya.
Kari menuturkan, sebenarnya pekerjaan pokok dirinya adalah nelayan. Tetapi geliat pariwisata Candidasa menyebabkan dia dan nelayan lain beralih kegiatan.
"Dari usaha mengantar tamu keliling naik jukung penghasilan saya sehari cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dibanding dengan menjadi nelayan," ujar Kari.(LHS)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012
"Atraksi menarik ini sebagai upaya menggaet wisatawan agar lebih banyak datang ke objek wisata yang ada di Bali bagian timur," kata Wayan Kari, anggota kelompok jukung "Segara Baruna" di Candidasa, Kabuputaen Karangasem, Bali, Senin.
Ia mengatakan, atraksi ini sebenarnya sudah ada sejak berkembangnya objek pariwisata Candidasa. Saat ini kelompok dari penyedia jasa jukung sudah berjumlah 100 orang.
"Atraksi keliling naik jukung ini sudah ada sejak dulu. Namun perjalanan waktu itu ada pasang surutnya. Apalagi pascatragedi pengeboman di Legian Kuta 2002, wisatawan ke sini sedikit sekali," katanya.
Kari menuturkan, sebenarnya pekerjaan pokok dirinya adalah nelayan. Tetapi geliat pariwisata Candidasa menyebabkan dia dan nelayan lain beralih kegiatan.
"Dari usaha mengantar tamu keliling naik jukung penghasilan saya sehari cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dibanding dengan menjadi nelayan," ujar Kari.(LHS)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012