Denpasar (Antara Bali) - Belanda kini tercatat masuk dalam sepuluh besar negara terbanyak memasok wisatawan mancanegara untuk berliburan ke Pulau Dewata.

"Belanda masuk sepuluh besar setelah berhasil menggeser Amerika Serikat yang kini tidak lagi berada di posisi itu," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, Belanda menempati urutan terakhir dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali.

"Posisi itu pada bulan-bulan sebelumnya tahun ini ditempati oleh AS, yang kini tidak lagi bercokol pada sepuluh besar," ujar Ida Komang Wisnu.

Ia menambahkan, wisatawan Belanda yang berliburan ke Bali sebanyak 55.396 orang selama sembilan bulan periode Januari-September 2009.

Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 23,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya tercatat 44.872 orang.

Masyarakat Belanda dalam menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Bali sebagian besar datang lewat Bandara Ngurah Rai, Bali dan hanya lima orang yang tercatat melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Ida Komang Wisnu menambahkan, kunjungan masyarakat Belanda mampu memberikan kontribusi sebesar 3,15 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 1.756.491 orang.

Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 13,60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 1.546.266 orang.

Ida Komang Wisnu menjelaskan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali, enam negara di antaranya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Sedangkan empat negara lainnya mengalami penurunan, yakni Jepang sebesar 11,28 pesen, Korea Selatan 3,39 persen, Taiwan 13,03 persen dan Jerman tiga persen.

Untuk enam negara yang mengalami peningkatan cukup menggembirakan selain Belanda juga Australia sebesar 38,24 persen, Cina 65,12 persen, Malaysia 13,49 persen, Prancis 43,40 persen dan Inggris 10,66 persen.

Meningkatnya kunjungan wisman tersebut memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian kamar hotel berbintang di Pulau Dewata. Tingkat hunian itu pada September 2009 rata-rata 63,02 persen, ujar Ida Komang Wisnu. (*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2009