Ratusan siswa kelas XII SMK PGRI 3 Denpasar mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan setelah mendapat persetujuan orang tua.

Pihak sekolah mengatur jumlah siswa 50 persen di setiap kelas dengan dibagi menjadi dua sesi yakni sesi pertama dimulai pukul 08.00 - 10.00 WITA dan sesi kedua dimulai pukul 10.30 - 12.30 WITA.

"Setelah PPKM level 3 ini, kami SMK PGRI 3 Denpasar melakukan PTM yang pertama dan kami sudah mendapat persetujuan dari orang tua siswa," kata Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. saat ditemui di sekolah setempat, Senin.

Baca juga: Satgas COVID-19 lakukan sterilisasi sekolah di Denpasar jelang PTM

PTM yang per sesi berlangsung selama 2 jam tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan COVID-19 dan mengantisipasi terjadinya klaster baru. "Sebanyak 98 persen orang tua mendukung penuh digelarnya PTM ini," katanya.

Pihaknya mengatakan sekolah swasta kesulitan selama tidak ada PTM karena orang tua siswa tidak mau membayar dan kalau tidak bayar pembelajaran pun tidak bisa jalan. "Kami sekolah swasta sangat berkepentingan digelarnya PTM ini," katanya.

Dari segi kesiapan, pihaknya mengaku 95 persen guru sudah divaksinasi dosis kedua dan sisanya 5 persen masih belum memenuhi kriteria yakni karena sakit dan hamil.

Ada sebanyak 195 siswa yang belum vaksin dosis kedua dari 2.000 siswa yang sudah divaksin. "Semua sudah siap dan kami berharap PTM ini bisa berjalan lancar tanpa ada kendala," katanya.

Baca juga: DPR: Kuliah tatap muka solusi atasi "lost generation"

Pada hari pertama pelaksanaan PTM para siswa sangat antusias dan merasa senang karena bisa belajar tatap muka kembali.

Setelah hampir 2 tahun tidak bisa belajar tatap muka di sekolah, akhirnya siswa SMK PGRI 3 Denpasar bisa merasakan PTM.

"Senang karena bisa mulai sekolah dan mengikuti pembelajaran secara langsung," kata siswa kelas XII Komang Ayu Prasetya Dewi.

Ia mengaku agak kesulitan dalam belajar lewat online atau daring, karena sulit dalam melakukan diskusi dan kadang saat bertanya kepada guru lewat pesan responnya agak terlambat.

Ia menambahkan pada hari pertama sekolah ini tidak ada permasalahan dan sudah mempersiapkan buku, peralatan belajar dan beberapa kali mengecek tasnya agar jangan sampai ada buku yang ketinggalan.
 

Pewarta: Nyoman Hendra

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021