Pemerintah Kota Denpasar, Bali, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), KPU Denpasar, Panwaslu Denpasar menyelenggarakan rapat koordinasi dalam pelaksanaan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Wali Kota dan Wakil Wali Kota) Denpasar pada 9 Desember 2020.

Rapat dilaksanakan di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, Rabu, dihadiri Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Dandim 1611 Badung Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Sobandi, Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Luhur Istighfar, Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya, Ketua Bawaslu Denpasar Putu Arnata, Penjabat Sekda I Made Toya serta pimpinan OPD terkait di Pemkot Denpasar.

Wali Kota Rai Mantra mengajak Forkompinda Kota Denpasar turut serta bersinergi bersama lembaga adat dan dinas menjaga kondusifitas wilayah Kota Denpasar dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2020. Disamping itu pelaksanaan pilkada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya dengan situasi masa pandemi COVID-19.

Ia mengatakan hajatan demokrasi lima tahunan ini menjadi tantangan bersama dalam memberikan rasa aman dan nyaman dalam kondisi COVID-19. Langkah simulasi yang telah dilakukan KPU Denpasar dapat terus dilaksanakan hingga menyasar hampir seluruh wilayah desa, baik melalui informasi yang telah diberikan kepada lembaga adat dan dinas maupun langkah-langlah lainnya sehingga memberikan rasa aman pada pelaksanaan 9 Desember 2020.

"Dengan lebih gencar melakukan edukasi dan publikasi masyarakat yang tidak mengetahui informasi menjadi mengetahui terkait keamanan dalam pelaksanaan pencoblosan nantinya di masing-masing TPS," ujar Rai Mantra.

Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya menyampaikan bahwa berbagai tahapan Pilkada Denpasar hingga nantinya pada 9 Desember mendatang telah dilakukan persiapan. Hal berbeda dalam pelaksanaan Pilwali Denpasar tahun ini di tengah pandemi secara tidak langsung menimbulkan sebuah budaya baru salah satunya pemenuhan kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) dengan adanya keterlibatan masyarakat.

Untuk itu, katanya, pelaksanaan pilkada telah dilaksanakan dengan pemenuhan keamanan dan kenyamanan yang paling utama adanya prokes. Langkah sosialisasi maupun simulasi telah dilaksanakan sesuai pedoman dari pusat.

Dengan keterlibatan semua pihak berkolaborasi dengan KPU Denpasar serta pihaknya telah membentuk penyelenggara pilwali yang telah melaksanakan pemeriksaan rapid tes bekerja sama dengan RSUD Wangaya.

Pihaknya juga telah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap, yakni 444.929 dengan jumlah TPS 1.202. Dari jumlah tersebut Kecamatan Denpasar Barat menjadi daerah dengan pemilih terbanyak, yakni sebanyak 129.015 pemilih. Di susul Kecamatan Denpasar Selatan dengan 120.453 pemilih, Denpasar Utara 114.502 pemilih, dan terakhir Denpasar Timur 80.959 pemilih.

Dalam teknis pemilihan nanti yang akan dibatasi disetiap TPS sebanyak 500 orang untuk memecah kerumunan warga. Antisipasi ini tentu telah melihat kondisi setiap wilayah dengan keberadaan TPS yang sangat mencukupi dan memadai di Kota Denpasar.

"Kami mohon kerja sama dan dukungan semua pihak, dalam mensukseskan pelaksanaan Pilwali Denpasar tahun ini yang tetap aman dan nyaman dengan selalu disiplin pada prokes," ujarnya.

Sementara Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana mengaku bahwa pihaknya telah mengkategorikan setiap wilayah di Kota Denpasar yang terdiri dari wilayah aman, rawan dan sangat rawan. Personil nantinya akan dibagi di setiap TPS, serta telah disiapkan dengan keamanan pada prokes.

"Semoga pelaksanaan Pilkada Denpasar dapat aman dan lancar," ujarnya.

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020