Banda Aceh (Antara Bali) - Kalangan ulama mengimbau masyarakat khususnya di Provinsi Aceh jangan panik dalam menyikapi informasi yang dihembuskan pihak-pihak tidak bertanggung jawab, kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali.
"Kita tidak perlu terlalu percaya dengan ramalan atau prediksi-prediksi itu, apalagi jika informasi bencana yang menimbulkan kepanikan masyarakat tersebut sumbernya tidak jelas," katanya di Banda Aceh, Kamis.
Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi adanya warga di pesisir pantai Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (25/4) lari ke gunung menyusul informasi bakal terjadinya gempa kuat dan tsunami yang diprediksi pada Kamis dini hari.
Faisal Ali yang juga Ketua PWNU Aceh itu menjelaskan bahwa Provinsi Aceh masih banyak ulama sebagai guru agama sekaligus tempat bertanya jika ada sesuatu informasi terkait dengan masalah-masalah ghaib.
"Hal-hal yang ghaib itu adalah urusan Allah SWT. Jadi kalau kita mendengar sesuatu informasi maka tanyakan kepada ulama, sehingga bisa menjadi obat penentram jiwa jika kita sedang dihadapi kepanikan akibat berbagai isu atau ramalan," katanya menjelaskan.(IGT)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012
"Kita tidak perlu terlalu percaya dengan ramalan atau prediksi-prediksi itu, apalagi jika informasi bencana yang menimbulkan kepanikan masyarakat tersebut sumbernya tidak jelas," katanya di Banda Aceh, Kamis.
Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi adanya warga di pesisir pantai Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (25/4) lari ke gunung menyusul informasi bakal terjadinya gempa kuat dan tsunami yang diprediksi pada Kamis dini hari.
Faisal Ali yang juga Ketua PWNU Aceh itu menjelaskan bahwa Provinsi Aceh masih banyak ulama sebagai guru agama sekaligus tempat bertanya jika ada sesuatu informasi terkait dengan masalah-masalah ghaib.
"Hal-hal yang ghaib itu adalah urusan Allah SWT. Jadi kalau kita mendengar sesuatu informasi maka tanyakan kepada ulama, sehingga bisa menjadi obat penentram jiwa jika kita sedang dihadapi kepanikan akibat berbagai isu atau ramalan," katanya menjelaskan.(IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012