Sebanyak 17 warga Kabupaten Jembrana, Bali, masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP), terkait penularan COVID-19 atau virus corona.

"Satu diantara tujuhbelas orang itu, saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara, yang kini menjadi salah satu rumah sakit rujukan perawatan COVID 19," kata Ketua Satgas COVID 19 yang juga Sekda Jembrana I Made Sudiada, di Negara, Senin.

Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada orang yang dinyatakan positif mengidap COVID-19 di Kabupaten Jembrana, dan pihaknya berharap kabupaten ini tetap terhindar dari penularan dan penyebaran virus tersebut.

Pihaknya juga tidak menampik, enam orang yang masuk dalam ODP adalah kepala kewilayahan atau kepala dusun dan sisanya masyarakat biasa.

Selain 17 orang yang masuk dalam ODP, ia mengungkapkan, Satgas COVID 19 Kabupaten Jembrana memantau 253 orang kepala dusun dan 85 warga masyarakat biasa.

"Ratusan ini tidak masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tapi mereka kami pantau yang tentu ada alasannya," katanya.

Baca juga: Pemkab Jembrana pasang pembersih tangan di beberapa lokasi cegah COVID-19

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak termakan informasi yang belum jelas, serta mengarahkan informasi ke Satgas COVID 19 yang di Kabupaten Jembrana membuka sekretariat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Senada dengan itu, Koordinator Satgas COVID 19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, ada perbedaan antara Pasien Dalam Pengawasan dengan orang yang dipantau saja oleh pihaknya.

"Untuk yang masuk PDP, ditemukan gejala klinis seperti demam dan batuk serta pernah bepergian ke daerah transmisi COVID 19, sedangkan orang dalam pemantauan, tidak menunjukkan gejala klinis tersebut, tapi ada riwayat bepergian ke daerah transmisi," katanya.

Karena itu 253 kepala dusun yang pernah bepergian ke luar daerah beberapa waktu lalu, masuk dalam pemantauan pihaknya, bersama dengan 85 orang warga masyarakat lainnya.

Baca juga: Petugas Posko COVID-19 Jembrana diperintahkan siaga

Menurutnya, perawatan maupun pemantauan sejak dini ini merupakan standar pencegahan penyebarluasan virus corona yang dilakukan tim medis.

Khusus untuk satu pasien yang dirawat dalam ruang isolasi, ia mengatakan, ditemukan penyakit lainnya yaitu demam berdarah, dan pihaknya akan mengambil contoh swab dari pasien ini untuk diperiksa lebih lanjut.

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020