Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dampak virus corona telah membuat investasi dari China ke Indonesia menjadi tertunda.

Wabah virus corona membuat mobilisasi penduduk China terhambat, sehingga banyak investor kesulitan untuk melanjutkan investasinya.

"Kalau investasi tetap jalan, tetapi tertunda karena banyak orang, terutama dari Tiongkok, yang tidak bisa datang. Yang sudah ada di sini sedikit ada penyesuaian schedule (jadwal). Tapi saya berharap dalam dua minggu ke depan sudah lebih baik," katanya dalam Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis.

Luhut mengaku belum bisa memprediksi potensi kerugian dari tertundanya investasi asal China. Namun, investasi asal negara lain seperti Amerika Serikat disebutnya masih berjalan lancar.

"Kita belum bisa (prediksi nilainya). Kita berharap enggak terlalu banyak, mungkin beberapa ratus juta dolar AS karena ada proyek-proyek yang sekarang lima miliar dolar AS, misalnya di Indonesia timur. Kita harap bisa kita percepat lagi prosesnya," katanya.

Luhut pun mengaku pemerintah dan jajaran menteri tengah mengamati dengan cermat kapan bisa mulai membawa staf manajerial perusahaan asal China ke Indonesia agar investasi mereka bisa kembali berjalan.

Namun, ia memastikan mereka yang berangkat dari China harus dikarantina dua pekan terlebih dahulu sebelum dikirim ke Tanah Air untuk menghindari penyebaran virus corona.

Terkait tertundanya investasi China, Luhut juga bercerita soal investasi perusahaan tambang Vale yang 1,5 tahun terus berkutat dengan masalah izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Perusahaan itu berinvestasi dalam rantai pasok litium baterai.

Namun, setelah masalah perizinan rampung dan bersiap untuk melakukan konstruksi, muncul masalah virus corona yang menyebabkan pegawai China tertunda datang ke Indonesia dan melanjutkan realisasi investasi.

"Penundaan yang makin lama datang dari Tiongkok ini berdampak kepada jalannya investasi di kita. Sekarang ini ada on going investasi di Sulawesi sekira lima miliar dolar AS. Kalau tertunda dua bulan akan kehilangan kira-kira 500 juta dolar AS. Dampak ini besar ke ekonomi Indonesia. Kita exercise (lihat) apakah pegawai Tiongkok yang level manajer yang dibolehkan datang setelah karantina. Karena dari WHO tidak ada larangan orang Tiongkok datang kecuali dari Wuhan. Malaysia juga berlakukan hal semacam ini," terangnya.

Pewarta: Ade Irma Junida

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020