Bangli (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) mengusulkan agar anjing ras Kintamani diakui oleh dunia internasional.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penyelanggaraan berbagai kontes anjing ras Kintamani, khususnya warna putih, berskala internasional.

"Tahun ini kami menggelar kontes dengan mengundang perwakilan dari Asia Kennel Union, Ichiro Ishikawa, untuk menyaksikan langsung keistimewaan ras anjing Kintamani sehingga bisa dinilai layak atau tidaknya masuk daftar ras Asia," kata Putu Suantara selaku panitia penyelenggara kontes di Bangli, Senin.

Dalam kontes itu setiap anjing akan dinilai anatominya oleh tim juri. Anjing yang ikut kontes tersebut mulai dari tahap baby, junior, hingga intermediate, dengan predikat tertinggi akan mendapatkan penghargaan sebagai "Best in Show".

Bahkan ketika adu ketangkasan dengan anjing ras lainnya, anjing Kintamani tidak mau kalah. Menurut Suantara, anjing Kintamani tidak hanya piawai menari, melainkan juga mampu menirukan berbagai perilaku manusia, termasuk mengikuti instruksi pelatihnya.

"Jadi, anjing Kintamani sangat luar biasa. Bahkan, secara fisik anjing Kintamani mempunyai sejumlah keistimewaan, di antaranya bulunya tebal dan ekornya seperti tupai," katanya seraya menyebutkan, anjing tersebut memiliki insting yang sangat kuat sehingga cocok sebagai penjaga rumah.

Bupati Bangli Made Gianyar berharap kontes dan pameran ajing Kintamani diharapkan dapat menggugah masyarakat, khususnya bagi para penggemar anjing.

"Anjing Kintamani mampu menunjukkan intelegensianya yang tidak kalah bersaing dengan ajing ras internasional lainnya," ucapnya.(T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012