Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri memerintahkan penyelenggaraan upacara "Nangluk Merana" untuk mengantisipasi merebaknya Virus Corona, khususnya di kabupaten yang dipimpinnya.

"Saya telah memerintahkan Kabag Kesra guna meminta dewasa kepada Ida Pedanda Gede Wayan Pasuruan dari Gria Kawan Sibetan untuk persiapan penyelenggaran upacara itu," kata Bupati Karangasem di kantornya, Selasa.

Informasi dari Humas Pemkab Karangasem menyebutkan upacara "Nangluk Merana" yang digagas Bupati sebagai pencegahan secara niskala itu adalah suatu upacara yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di Kabupaten Karangasem.

"Upacara yang kita laksanakan secara rutin itu bertujuan untuk memohon keselamatan Bali agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif, terutama sejumlah bencana yang terjadi selama ini di Nusantara," kata Bupati saat menyampaikan instruksi itu kepada Kabag Kesra Setda Kabupaten Karangasem, Wayan Witrawan.

Untuk itu, ia meminta Kabag Kesra Setda Kabupaten Karangasem untuk berkoordinasi dengan Ida Pedanda Gede Wayan Tianyar dari Gria Mandhara Sindhu Sidemen sebagai Dharma Upapati PHDI Kabupaten Karangasem, untuk persiapan penyelenggaraan upacara itu.

Dalam petunjuknya, jadwal pagelaran upacara diagendakan pada Rabu (29/1/2020) Buda Wage Wuku Warigadian. Acaranya di Pura Penataran Agung, Desa Adat Padang Bai, yang akan dipuput oleh Sulinggih Siwa Budha yakni Ida Pedanda Gede Wayan Tianyar dan Ida Pedande Gede Nyoman Jelantik Dwaja.

"Seperti diketahui upacara ini kami sampaikan kepada masyarakat dimanapun berada untuk ikut serta melakukan persembahyangan," kata Bupati Mas Sumatri.

"Nangluk Mrana" berasal dari kata Bahasa Bali yang kemungkinan juga mendapat pengaruh Bahasa Sansekerta. "Nangluk" berarti empangan, tanggul, pagar, atau penghalang; sedangkan "mrana" berarti hama atau bala penyakit.

"Mrana" adalah istilah yang umum dipakai untuk menyebut jenis-jenis penyakit yang merusak  tanaman. Bentuknya bisa berupa serangga, binatang maupun dalam bentuk gangguan keseimbangan kosmis yang berdampak merusak  tanaman.

Baca juga: Wagub Bali harapkan Pura Besakih semakin baik pengelolaannya

Sementara itu, antisipasi merebaknya virus Corona juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, melalui rapat mendadak yang dipimpin langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di kantornya (27/1).

Bupati Suwirta memanggil jajarannya untuk mendapatkan informasi perkembangan penyebaran virus yang diduga berawal dari China tersebut. Rapat itu sepakat untuk meningkatkan kewaspadaan di Kepulauan Nusa Penida yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan China.

"Klungkung utamanya kepulauan Nusa Penida wajib meningkatkan kewaspadaan terkait wabah ini, mengingat kepulauan tersebut saat ini menjadi destinasi favorit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara terutama dari negara China," katanya.

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020