Denpasar (Antara Bali) - Bank Indonesia (BI) Denpasar mencatat impor benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya selama delapan bulan, Januari-Agustus 2011 bernilai 1,9 juta dolar AS, diperkirakan cukup stabil jika dibandingkan selama setahun 2010 yang tercatat 2,8 juta dolar.
"Impor benang sebagai bahan baku kain songket tersebut relatif kecil jika dibandingkan ekspor komoditi sejenis dari Bali," kata Pimpinan BI Denpasar, Jeffrey Kairupan dalam laporan kajian ekonomi regional Provinsi Bali triwulan II-2011 di Denpasar, Rabu.
Ia menyebutkan realisasi ekspor kain tenun buatan tangan-tangan terampil wanita di Bali, seperti kain songket, tenun sutra, tenun ikat, dan tenun Pegringsingan telah menyumbangkan devisa senilai 19,7 juta dolar AS dalam kurun waktu yang sama.
"Perolehan devisa dari hasil ekspor aneka hasil tenunan karya masyarakat tersebut meningkat dari rata-rata dua juta dolar AS per bulan selama 2010 menjadi 2,4 juta dolar AS per bulan selama periode 2011," kata laporan BI Denpasar tersebut.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011
"Impor benang sebagai bahan baku kain songket tersebut relatif kecil jika dibandingkan ekspor komoditi sejenis dari Bali," kata Pimpinan BI Denpasar, Jeffrey Kairupan dalam laporan kajian ekonomi regional Provinsi Bali triwulan II-2011 di Denpasar, Rabu.
Ia menyebutkan realisasi ekspor kain tenun buatan tangan-tangan terampil wanita di Bali, seperti kain songket, tenun sutra, tenun ikat, dan tenun Pegringsingan telah menyumbangkan devisa senilai 19,7 juta dolar AS dalam kurun waktu yang sama.
"Perolehan devisa dari hasil ekspor aneka hasil tenunan karya masyarakat tersebut meningkat dari rata-rata dua juta dolar AS per bulan selama 2010 menjadi 2,4 juta dolar AS per bulan selama periode 2011," kata laporan BI Denpasar tersebut.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011