Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka Musyawarah Nasional XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di Sanur, Kota Denpasar, Bali pada Jumat (15/11).

"Kami berharap Beliau (Presiden-red) hadir dalam pembukaan Munas sebagai Presiden Republik Indonesia sekaligus sebagai alumni UGM," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama sekaligus Ketua Umum Munas XIII Kagama Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, di lokasi acara di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis.

Pihaknya sangat berharap Presiden Jokowi untuk hadir dalam Munas XIII Kagama, meskipun disadari agenda orang nomor satu di Indonesia itu sangat padat.

"Kemarin, Beliau baru mengumpulkan para gubernur, bupati/wali kota, DPRD, Pangdam, Kapolda, Danrem, Kejati dalam satu forum. Dalam rentang waktu sebulan ini memang Beliau lebih fokus untuk menyampaikan apa yang menjadi visi Beliau, apa yang harus dikerjakan secara solid ke depan. Dalam bahasa Beliau, jangan sending-sending saja, tetapi harus delivered, itu harus satu garis lurus antara pemerintah pusat, menteri, dan pemerintah daerah," ucapnya.

Baca juga: Kagama adakan seminar nasional kesiapan hadapi Revolusi Industri 4.0

Munas Kagama yang berlangsung dari 14-17 November itu mengangkat tema "Kagama Bersinergi untuk Indonesia Maju". Selain rencananya dihadiri Presiden, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju yang juga anggota Kagama juga direncanakan hadir seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Melalui Munas ini kami ingin memberikan sumbangan gagasan dan berkontribusi untuk Indonesia Maju, jadi kami tidak hanya berbicara untuk konsolidasi organisasi dan pemilihan ketua umum," ujarnya.

Menurut Ari, Indonesia punya modal SDM untuk bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Namun, sebelumnya kita pernah terlena dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, padahal sumber daya alam itu semakin lama jumlahnya akan menurun.

"Oleh karena itu, dalam Munas Kagama kali ini sengaja mengangkat topik penyiapan SDM dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0. Dari tema besar yang sudah kami tentukan ini, sebelumnya juga telah dilaksanakan seminar nasional di empat kota, empat pulau yakni di Semarang, Balikpapan, Manado, dan Medan dengan mengangkat tema yang terkait seperti reformasi ketenagakerjaan, reformasi kesehatan hingga kewirausahaan," ucapnya.

Baca juga: Bali jadi tempat Munas ke-13 Kagama

Dalam Munas yang rencananya dihadiri 621 peserta yang sudah mengonfirmasi dan sudah memegang mandat, juga akan dihasilkan Garis-Garis Besar Haluan Kagama (GBHK) yang ingin dicapai untuk lima tahun ke depan.

"Kami memperoleh warisan historis dan pondasi nilai-nilai kekeluargaan dan kebangsaan semasa kuliah. Sebagai alumni kami tidak berhenti pada guyub dan rukun, tetapi tentu turut memberikan kontribusi pada bangsa, yakni maju bersama untuk Indonesia Maju," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Harian Munas XIII Kagama I Gusti Ngurah Agung Dyatmika mengatakan dalam rangkaian munas sebelumnya juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan peduli lingkungan berkolaborasi dengan berbagai kampus di Pulau Dewata, pemerintah daerah, maupun media.

Pada hari pertama pelaksanaan Munas XIII Kagama juga digelar seminar nasional bertajuk "Kesiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0" dengan menghadirkan narasumber Panut Mulyono (Rektor UGM), Faisal Basri (dosen FE UI), Prof Raka Sudewi (Rektor Unud), Hendri Saparini (ekonom CORE Indonesia), Adamas Belva Syah Devara (CEO Ruangguru).

Munas Kagama kali ini juga diisi dengan Sunday Morning dan Pentas Seni Budaya Bali, yang diisi dengan kegiatan jalan santai, yoga bersama, bakti sosial Kagama dan JFF berupa pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi masyarakat.

Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, Ketua Pengurus Daerah Kagama Bali mengaku bangga Pulau Dewata dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan munas.
"Bali dipilih secara aklamasi sebagai tuan rumah Munas XIII Kagama dalam rapat kerja nasional tahun lalu," ucapnya yang juga Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali itu.

Pihaknya berharap sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dalam Munas Kagama kali ini tidak saja bermanfaat bagi UGM, tetapi juga bagi bangsa dan negara.
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019