Lama tak terdengar kabarnya, aktris Mona Ratuliu akan tampil dalam pentas sendratari "Shima Ratu Adil" pada September 2020 di Candi Gedongsongo, Semarang, Jawa Tengah.

Mona mengaku sangat senang bisa bergabung dengan proyek besutan sutradara Putut Budi Santosa karena bisa mengenalkan sosok Ratu Shima dengan karakter yang bijaksana dan cinta keluarga.

"Aku senang saat pertama diajak proyek ini. Enggak ada alasan untuk menolak, apalagi Shima adalah seorang raja putri yang bijak tapi juga cinta keluarga sehingga keluarganya juga tetap harmonis," kata Mona saat dijumpai di acara pembukaan Road to Shima 2020 di Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta Barat, Kamis.



Aktris yang tenar lewat peran Poppy dalam sinetron "Lupus Millenia" (1999) menambahkan bahwa kisah yang diangkat dalam drama tari itu sangat relevan dengan kondisi di Tanah Air saat ini.

"Pesan moralnya banyak, salah satunya soal toleransi. Betapa bangsa kita pada abad ke-6 sebetulnya sudah sangat toleran, terbukti dengan Ratu Shima yang dari Kaling (desa di Jawa Tengah), namun memiliki menantu dari Bali dan Cirebon. Aku ingin menunjukkan hal ini pada generasi masa kini," kata aktris berusia 37 tahun tersebut.

Meski belum memulai latihan secara insentif untuk peran Ratu Shima, Mona mengaku pernah aktif menari saat duduk di bangku SD, namun kemudian ditinggalkan karena sibuk dengan kegiatan sekolah.

"Saat ini sedang pendalaman karakter dengan cara membaca skenario, melihat tayangan pertunjukan Shima 1 dan 2, bertanya pada pemeran sebelumnya dan diskusi dengan Mas Putut," kata istri Indra Brasco itu.



Nantinya, Mona akan menjalani pelatihan tari di Solo dan Yogyakarta untuk mendalami peran Ratu Shima.

"Harapanku supaya nantinya pertunjukan seni ini akan jadi pemicu tumbuh suburnya seni budaya di Tanah Air dan generasi muda mengenal siapa Ratu Shima," katanya.

Drama tari Ratu Shima produksi Chiva Production ini sudah menginjak jilid ketiga, sebelumnya tokoh Ratu Shima diperankan oleh Vivid Fitri Argarini dan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada 2014 dan 2017.

Setelah pertunjukan terakhir di trilogi Shima, Putut mengatakan, nantinya Ratu Shima akan disiapkan untuk dibawa ke layar lebar.

"Setelah itu kami akan mempersiapkan Shima dalam bentuk film layar mengacu pada perfilman Hongkong atau Hollywood," katanya.
 

Pewarta: Ida Nurcahyani

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019