Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih meluncurkan guguran lava ke arah Kali Pangi menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang.

"Guguran lava dari puncak kawah utama yang mengarah ke arah kali Pangi jarak luncurannya berkisar antara 1.000-1.500 meter," kata Didi WP Putra Bina, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 30 Juli 2019 pukul 12.00--18.00 WITA yang disampaikan Rabu.

Kawah utama gunung yang tingginya 1.784 meter di atas permukaan laut itu terpantau mengeluarkan asap putih tebal bertekanan lemah setinggi 200 meter. Kawah keduanya terpantau mengeluarkan asap putih sedang-tebal dengan ketinggian lebih kurang 100 meter.

Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang juga mendeteksi kejadian gempa guguran 21 kali dengan amplitudo 2--8 milimeter berdurasi 55--65 detik, gempa embusan empat kali dengan amplitudo 3--6 milimeter selama 15--25 detik, dan gempa vulkanik dangkal dua kali beramplitudo 2--3 milimeter dengan durasi 2--4 detik.

Selain itu, Pos Pengamatan merekam gempa tektonik jauh dua kali dengan amplitudo 6--16 milimeter selama 85--90 detik serta tremor menerus dengan amplitudo 0,25--1 milimeter (dominan 0.5 milimeter).

Baca juga: Baca juga: Wisatawan Diminta Tak Mendaki Gunung Karangetang

Didi mengatakan bahwa saat ini tingkat aktivitas Gunung Karangetang statusnya Level III (Siaga).

Ia berharap warga dan wisatawan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di zona prakiraan bahaya dalam radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah barat laut-utara sejauh empat kilometer yang mencakup area antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Karangetang meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," katanya.

Dia juga menganjurkan warga menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi dampak hujan abu.
 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019