Duncan Scott mencatatkan waktu relay split tercepat kedua sepanjang masa pada nomor 4x100 estafet putra untuk membawa Inggris menjuarai nomor ini mengungguli Amerika Serikat dan Rusia pada hari terakhir Kejuaraan Dunia Renang FINA ke-18 di Gwangju, Korea Selatan, Minggu.

Kemenangan itu sekaligus menggagalkan perenang AS Caeleb Dressel untuk meraih medali emas ketujuhnya dalam kejuaraan itu.

Scott terjun ke kolam untuk mengejar AS setelah Dressel membuka keunggulan bagi Nathan Adrian pada gaya kupu-kupu yang ditempel ketat Russia. Scott mampu mengejar Adrian dan membawa Inggris juara atas AS untuk pertama kalinya dalam kejuaraan itu.

Scott, perenang kelahiran Glasgow 22 tahun lalu itu, berenang selama 46,14 detik untuk menjadi perenang kedua tercepat setelah Jason Lezak yang membuat waktu 46,06 pada Olimpiade Beijing.

"Aku tak mengira bisa melakukan split itu," kata Scott dengan menggaruk kepalanya, tanda tak percaya.

Rekan satu timnya, Adam Peaty juga girang dengan kemenangan yang diraih bersama dua perenang lainnya, James Guy dan Luke Greenbank.

Kemenangan Inggris datang setelah tim renang putri AS memecahkan rekor dunia sekaligus menjuarai nomor gaya ganti estafet.

Kuartet Regan Smith, Lilly Kings, Kelsi Dahlia dan Simone Manuel mencetak rekor baru itu dengan waktu 3 menit 50,40 detik, memperbaiki rekor sebelumnya yang dibuat AS pada kejuaraan dunia renang 2017 di Budapest (3:51,55), demikian Reuters.

Pada leg lead-off, Smith juga memecahkan rekor dunia gaya punggung dengan waktu 57,57 detik.

Tangis pun pecah

Sementara itu perenang asal Afrika Selatan Zane Waddel meraih medali emas nomor 50 m gaya punggung putra dengan waktu 24,43 detik, di depan perenang Rusia Evgeny Rylov dan Kliment Kolesnikov, yang menjadi pemegang rekor dunia. Ketiganya dipisahkan waktu hanya 0,08 detik.

Baca juga: Perenang Dressel, Ladecky boyong medali emas untuk AS
Baca juga: Perenang Rusia Anton Chupkov pecahkan rekor gaya dada

Pada nomor 50m gaya dada putri, perenang AS Lilly Kings finis pertama dengan waktu 29,84 sedangkan pada lintasan sebelahnya, perenang 14 tahun asal Italia Benedetta Pilato tak kuasa menahan tangis usai finis kedua untuk medali perak mengungguli perenang Rusia Yuliya Efemova.

Simone Manuel melengkapi gelar ganda 50/100m gaya bebas ketika menyentuh tembok pertama kali diikuti oleh perenang Swedia Sarah Sjostrom dan Cate Campbell dari Australia.

Florian Wellbrock juga mencatatkan namanya pada buku rekor setelah perenang Jerman itu menjuarai nomor 1.500m gaya bebas di samping gelar pada 10km air terbuka di Gwangju.

Wellbrock menjadi atlet pertama yang meraih dua gelar cabang berbeda dalam satu kejuaraan dunia.
 
Perenang Hungaria Katinka Hosszu berlaga di final nomor 400m gaya ganti individu Kejuaraan Dunia Renang FINA ke-18 di Gwangju, Korea Selatan, Minggu (28/7/2019) Reuters/Antonio Bronic


Daiya Seto membawa Jepang menjuarai 400m gaya ganti individu, sementara si "Gadis Besi" Katinka Hosszu asal Hungaria menjadi perempuan pertama yang meraih lima gelar pada ajang yang sama.

Perenang berusia 30 tahun itu meraih medali emas pertamanya di Roma dan 10 tahun kemudian masih memasang standar, unggul 1,68 detik dari perenang China Ye Shiwen, sementara perenang Jepang Yui Ohashi meraih perunggu.

Catatan untuk tuan rumah

FINA menyatakan puas atas ketuanrumahan Gwangju. Korea Selatan menjadi negara tuan rumah keempat setelah Kolombia (1975), Ekuador (1982), dan Spanyol (1986) yang tak meraih satu pun medali  selama menggelar kejuaraan dunia renang.

Namun kepala panitia Lee Yong-sup berharap kelak kota iyang berjarak sekitar 330km barat daya Seoul, bisa menjadi pusat latihan renang Korea.

"Saya akan meninjau ulang pendirian Pusat Promosi Renang Korea bekerja sama dengan pemerintah," kata dia seraya menambahkan rencana perhelatan kompetisi untuk mencari talenta muda.

Menjelang berakhirnya kejuaraan dunia, polisi Korsel melarang perenang Hungaria Tamas Kenderesi meninggalkan negara itu karena tersangkut dalam kasus dugaan pelecehan seksual.

Peraih medali perunggu Olimpiade Rio itu ditangkap Minggu pagi dan ditanyai terkait insiden di sebuah klub malam.

Kemudian perenang Australia Shayna Jack mengatakan sample B miliknya dikonfirmasi mengandung Ligandrol, agen anabolik. Perenang berusia 20 tahun itu mengaku, Sabtu, positif menggunakan substansi terlarang ketika tes pada 26 Juni di luar kompetisi.

Jack ditarik dari skuat Australia sebelum kejuaraan karena masalah pribadi.

Australia membela diri dengan menyembunyikan hasil positif itu ketika salah satu perenangnya, Mack Horton menyerang perenang China, Sun Yang, yang terbukti positif pada 2014 dan memiliki kasus doping yang tertunda pada Mahkamah Arbitrasi Olah Raga.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019