Pasangan yang baru menikah perlu memperhatikan pengelolaan keuangan mereka agar tidak menghadapi konflik anggaran rumah tangga, apalagi setelah menggelar pesta besar pernikahan.

"Komunikasi, terbuka pada pasangan," kata perencana keuangan, Prita Hapsari Ghozie, tentang sikap merencanakan keuangan dalam BincangShopee seputar keuangan dan pernikahan di Jakarta, Sabtu.

Prita mengatakan pasangan baru perlu menyepakati siapa yang akan menjadi pengelola keuangan rumah tangga dan dari mana saja sumber dana tersebut. Pasangan perlu menyepakati pula apakah masing-masing akan bekerja atau apakah istri perlu berhenti bekerja.

Pasangan juga perlu menentukan di mana mereka tinggal setelah menikah, apakah membeli rumah, menyewa rumah, atau tinggal di rumah orang tua.

"Rumuskan juga rencana keuangan keluarga," kata Prita.



Prioritas keuangan pasangan yang baru menikah, menurut Prita, pada umumnya adalah membeli rumah serta kebutuhan anak termasuk pendidikan, dan dana untuk berlibur.

Selain itu, Prita menyarankan pasangan muda untuk menyiapkan dana pensiun dan pertimbangkan apakah mereka menjadi generasi sandwich karena menanggung kehidupan orang tua atau anggota lain keluarga sambil menghidupi kebutuhan keluarga mereka sendiri.

Jika sudah membuat semua kesepakatan, pasangan harus bersikap jujur soal keuangan, termasuk saat berbelanja.

Prita menyarankan untuk tidak berbohong kepada pasangan soal keuangan walaupun tampak sepele seperti berbelanja di e-commerce.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019