Sebanyak 249 ilmuwan dari 26 negara di tiga benua meramaikan konferensi internasional "Asia Academy of Management (AAOM)" ke-11 Tahun 2019 di Bali, 19-21 Juni 2019, yang diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor Universitas Airlangga (Unair) dan Rektor Universitas Pertamina sebagai penyelenggara acara bertema "Institutional Complexities and Organizational Responses in a Changing Global Economies" itu.

"MoU akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama aktivitas AAOM antara Wakil Rektor III Unair) dengan Wakil Rektor III Universitas Pertamina pada 17 September 2019, lalu konferensi internasional 'The Joint Committee of Conference AAOM 2019' di Bali pada 19-21 Juni 2019," kata Ketua Panitia AAOM  T. Aria Auliandri dalam keterangan resmi yang diterima di Denpasar, Kamis.

Ketua panitia dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis, Unair itu menjelaskan kegiatan itu diikuti oleh 249 partisipan dari 26 negara di tiga benua yakni Asia, Eropa dan Amerika. Peserta dari Indonesia adalah 47 papers, dan enam presenters dari Unair. Selain itu, ada kontribusi besar Unair dalam "Konsorsium Ph.D", karena 15 mahasiswa program doktor Ilmu Manajemen ikut menjadi peserta.

"Hari pertama (19/6), kegiatan dibuka dengan Parallel Workshops AAOM 2019 yang dilaksanakan dalam tujuh workshop terpisah yang terbagi dalam tujuh ruangan. Untuk hari kedua (20/6) menjadi inti dari konferensi itu dengan topik bahasan adalah 'The Spirit of Craftsmanship' dengan 'Keynote Speech' Jason D. Shaw dari Nanyang Technological University," kata Aria.

Setelah pembicara utama itu, kegiatan dilanjutkan dengan "Deans Plenary Session" yang mengulas tentang "The Future of Business Schools" oleh Mike Peng dari University of Texas at Dallas. "Setelah itu disambung dengan Parallel Sessions hingga ditutup dengan Gala Dinner oleh jajaran pimpinan universitas terkait," katanya.

Pada hari ketiga (21/6), kegiatan dilanjutkan dengan "Keynote Speech" oleh AOM Presidential Speech Ajai Gaur dari Rutgers University. Tidak hanya itu, bahasan diskusi tentang "Asian Context, Global Problems: The Opportunities and Challenges For Asian Management Scholar" juga bakal disampaikan oleh Mike Peng dari University of Texas at Dallas dan David Ahlstrom dari The Chinese University of Hong Kong. "Acara juga dilanjutkan dengan sesi diskusi paralel dan acara di luar ruangan," katanya.

AAOM tercatat sudah dilaksanakan pada 1998 di Hong Kong, 2000 di Singapore, 2002 di Bangkok, 2004 di Shanghai, 2006 di Tokyo, 2008 di Taipei, 2010 di Macau, 2012 di Seoul, 2015 di Hongkong , 2017 di Kitakyushu, dan 2019 di Bali.

Ke-249 peserta berasal dari Taiwan, China, Hongkong, Australia, Indonesia, AS, Singapura, South Korea, Netherland, Japan, United Kingdom, India, Canada, Denmark Pakistan, New Zealand, UAE, Bangladesh, France, Malaysia, Thailand, Israel, Norway, Philippines, Scotland, Switzerland, dan Vietnam.

 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019