Layanan berbagi pesan WhatsApp sudah mulai bisa diakses untuk berkirim teks, Rabu malam, setelah pada siang sempat melambat hingga tak bisa digunakan seperti biasanya.

Tagar #WhatsAppDown sempat bertengger di posisi teratas tren Indonesia di Twitter, namun kini tagar tersebut sudah menghilang dari daftar 10 teratas, digantikan oleh #TidakAtasNamaSaya, diikuti dengan @PrayForIndonesiaDemocracy dan #TangkapDalangKerusuhan pada posisi tiga teratas.

Pembatasan akses media sosial diputuskan oleh pemerintah untuk sementara sebagai tindak lanjut kerusuhan yang terjadi di Jakarta, pada Selasa (21/5) dini hari.

Pembatasan tersebut sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sekaligus mencegah beredarnya konten ujaran kebencian, dan hoaks.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan provokator mengunggah kata-kata di WhatsApp (WA) Group.

“Ada provokator yang dia mengunggah kata-kata di WA grup. Mengajak menggunakan WA Grup, ada provokator yang melakukan,” ujar Kombes Argo dalam temu media di Jakarta, Rabu malam.

Argo juga mengatakan provokator menggunakan WA grup untuk terus menginformasikan kejadian terkini.

Baca juga: Pemerintah batasi Medsos, SMS dan telepon tetap jalan
Baca juga: Tanggapi aksi 22 Mei, Facebook lakukan pembatasan medsos di Indonesia
Baca juga: Pakar: pembatasan akses medsos cegah provokasi

Pewarta: Nanien Yuniar

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019