Denpasar (Antaranews Bali) - Bali mengekspor kerajinan kulit ke pasaran luar negeri sebesar 2,42 juta dolar AS selama triwulan I-2018, meningkat 352.159 dolar AS atau 17 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya tercatat 2,07 juta dolar AS.

"Perolehan devisa tersebut atas pengapalan 1,12 juta pcs pada triwulan I-2018, meningkat 662.375 psc atau 143,84 persen dibanding triwulan sebelumnya yang hanya mengirimkan 460.494 psc," kata Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Bagawinata di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, kerajinan kulit merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajinan industri rumah tangga yang berhasil menembus pasaran luar negeri yang memberikan andil sebesar 1,29 persen dari total nilai ekspor Bali yang mencapai 187,37 juta dolar AS selama kuartal I-2018.

Aneka jenis cendera mata hasil sentuhan tangan-tangan terampil prajin Bali yang menembus pasaran luar negeri itu antara lain sepatu dan sandal untuk semua usia, baik wanita maupun pria, disamping ikat pinggang dan aneka jenis tas.

Agung Ngurah Bagainata menjelaskan, semua jenis produksi itu dibuat dengan rancang bangun (desain) yang unik dan menarik untuk pria dan wanita, disamping dengan harga yang terjangkau.

Dengan demikian konsumen di berbagai negara sangat menyenangi matadagangan tersebut, disamping banyak dibeli oleh wisatawan mancanegara dalam menikmati liburannya di Bali.

Pasaran Jepang menyerap paling banyak aneka jenis cendera mata berbahan baku kulit dari Bali yakni mencapai 36,65 persen, menyusul Hong Kong 12,82 persen, Singapura 10,82 persen, Spanyol 9,68 persen, Italia 9,07 persen dan Perancis 3,67 persen.

Selain itu juga diserap pasaran Amerika Serikat 2,94 persen, China 0,01 persen, Australia 1,12 persen, dan Jerman 0,42 persen. Sedangkan sisanya sebanyak 12,80 persen diserap berbagai negara lainnya, karena aneka jenis cendera mata hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali sangat diminati masyarakat luar negeri karena harganya terjangkau. (WDY)

Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018