Singaraja (Antaranews Bali) - Objek wisata Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali utara semakin banyak mendapat kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri, karena di daerah itu banyak dibangun objek berswafoto atau selfie yang dikelola desa adat setempat.

"Objek yang dikenal dengan sebutan Puncak Wanagiri berada di ketinggian, tepatnya di tepi Danau Buyan dan di lereng perbukitan yang juga terdapat objek wisata air terjun," kata Kepala (Perbekel) Desa Wanagiri, Sukasada, Kabupaten Buleleng I Wayan Gumiasa, Rabu.

Objek swafoto yang banyak bertebaran di tepi danau dikelola banjar adat yang masuk dalam wilayah Desa Adat Wanagiri. Terdapat empat banjar adat menjadi pengelola yakni Banjar Cacakan Yeh Ketipat, Banjar Cacakan Bhuana Sari, Banjar Cacakan Kelod dan Banjar Cacakan Kaje.

Sejumlah tempat berfoto itu diberi nama secara khusus, seperti Selfie Puncak, Selfie Bambu Hitam, Hidden Hill dan Danau Kembar. Sedangkan wisata air terjun di bagian utara Wanagiri yang juga merupakan kawasan hutan desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Wanagiri.

Tempat-tempat swafoto itu memang dipilih untuk memperlihatkan latar alam Wanagiri yang indah, misalnya sebuah ayunan dengan latar belakang Danau Buyan dan perbukitan hijau.

Kepala Desa Wanagiri I Wayan Gumiasa menambahkan, tingkat kunjungan wisatawan ke desanya terus meningkat sejak adanya objek swafoto tersebut.

Wisata selfie dikelola oleh desa adat setelah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Desa Wanagiri memiliki banyak potensi wisata yang juga dikelola oleh perseorangan dan perusahaan industri pariwisata.

Selain itu juga memiliki potensi wisata lainnya yang belum digarap secara maksimal, seperti air terjun yang banyak bertebaran di desa tersebut.

"Kami punya banyak air terjun, namun baru dikelola beberapa saja, seperti Air Terjun Banyumala," ujar Gumiasa. (WDY)

Pewarta: Adnyana/Gembong Ismadi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018