Denpasar (Antaranews Bali) - Ketua Kadin Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra meminta pengusaha lokal (swasta) di Bali yang berminat untuk dapat berpartisipasi 20-30 persen dalam pembangunan jalan tol Denpasar - Gilimanuk dan Denpasar - Singaraja, jika pemerintah membangun akses jalan berbayar untuk meningkatkan perekonomian daerah dan industri pariwisata di Pulau Dewata ini.

"Saat pertemuan dengan Menko Maritim Luhut Pandjaitan disampaikan untuk saat ini Bank Dunia belum rekomendasikan pembangunan Bandara baru di Buleleng. Bank Dunia merekomendasikan pembangunan akses jalan dari Denpasar ke Gilimanuk (barat), ke Singaraja (utara) dan Karangasem (timur)," katanya kepada Antara di Denpasar, Senin.

Berdasarkan rekomendasi Bak Dunia, peningkatan akses jalan ke ke barat (Denpasar-Gilimauk) kemudian ke utara (Denpasar-Singaraja), dan ke timur (Denpasar - Karangasem) itu penting, karea itu pengusaha lokal harus mendapatkan porsi partisipasi (keikutsertaan) antara 20-30 persen. "Jika peluang pembangunan terbuka maka peluang partisipasi pengusaha lokal minimal 20 persen," tambah dia.

Kadin Bali memahami Bank Dunia yang saat ini belum merekomendasikan pembangunan Bandara baru di kabupaten Buleleng, dengan alasan Bandara Ngurah Rai masih mampu menangani jumlah penerbangan dan penumpang yang keluar-masuk di Bali. Bank Dunia menyarankan untuk peningkatan dan pembangunan akses jalan ke Gilimanuk (barat), Singaraja (utara) dan Karangasem (timur).

"Berdasarkan kajian mereka, Bandara Ngurah Rai masih mampu menampung 35 juta penumpang per tahun. Saat ini masih 20 juta penumpang, jadi Bandara Bali itu masih punya kemampuan penambahan 15 juta penumpang lagi," tuturnya.

Bandara Ngurah Rai ini saat ini mengalami kekurangan tempat untuk parkir pesawat (Apron) dan landasan pacunya. Dunia pariwisata dan masyarakat harus bisa menerima penambahan dan perluasan apron dan landasan pacu di Bandara Ngurah Rai, tambah dia.

"Nanti jika jumlah penumpang sudah mencapai 30 juta penumpang maka ada alasan kuat untuk kita mengajukan pembangunan Bandara baru," ujar Alit Wiraputra. (WDY)

Pewarta: Adi Lazuardi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018