Denpasar (Antaranews Bali) - Kalangan perbankan di Denpasar, Bali, menyatakan optimistis kinerja bisnis tahun 2018 akan tumbuh positif karena didorong pertumbuhan ekonomi daerah yang diperkirakan meningkat dalam kisaran 6-6,4 persen.

Pemimpin BNI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Putu Bagus Kresna di Denpasar, Kamis, menjelaskan pihaknya optimistis kinerja akan tumbuh sekitar 10 persen tahun ini.

Kinerja yang tumbuh didorong peningkatan dana pihak ketiga (DPK) tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp11 triliun dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai sekitar Rp9 triliun.

Sementara itu, realisasi kredit, lanjut dia, diperkirakan juga meningkat mencapai sekitar Rp18 triliun, atau melonjak dibandingkan dengan tahun lalu sekitar Rp16 triliun.

Untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang positif, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus yang dilakukan internal perbankan tersebut pada tahun 2018.

Potensi pertumbuhan untuk kredit, kata dia, berasal dari semua sektor, terutama di perhotelan, mengingat Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia dengan potensi mencapai 70 persen dan sisanya sektor perdagangan serta sektor lainnya.

Sementara itu, Pemimpin Regional CEO Mandiri Bali Nusra R Erwan Djoko Hermawan mengatakan pihaknya sudah menerapkan berbagai strategi tahun ini, terutama berkaitan kondisi perkembangan ekonomi global dan nasional.

Perbankan, kata dia, akan melakukan reposisi strategi, khususnya menyangkut dampak erupsi Gunung Agung.

Erwan berharap tahun ini dana pihak ketiga di bank itu dapat tumbuh 15 persen dan penyaluran kredit sebesar 20 persen.

Bank Indonesia memprediksi ekonomi di Bali tumbuh kisaran 6-6,4 persen atau melonjak dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 5,7-6,1 persen yang didorong konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah serta ekspor.

Selain itu, industri pengolahan, transportasi, akomodasi makan dan minum, perdagangan dan komunikasi.

Pelaksanaan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018 yang rencananya dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara juga diperkirakan mendongkrak kinerja ekonomi daerah. (WDY)

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018