Mengwi (Antara Bali) - Puluhan anak bermain Ayunan Jantra tradisional saat umanis Galungan atau sehari setelah Hari Raya Galungan di Wantilan Taman Amerta Sari, Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

"Ayunan Jantra ini hanya dibuka saat perayaan hari besar agama Hindu di Bali seperti Galungan, Kuningan dan sehari setelah Hari Raya Nyepi sebagai wahana hiburan rakyat," kata salah seorang pengelola ayunan, Rudiana.

Ayunan Jantra tersebut berbahan kayu dan digerakkan oleh tenaga tradisional yakni manusia atau petugas secara bergantian.

Menurut dia, permainan ayunan itu hanya dibuka selama dua hari yakni Galungan dan sehari setelah Galungan.

Puluhan warga terutama anak-anak bergantian mengantre menunggu giliran untuk bisa bermain ayunan tersebut.

Menurut Rudiana ayunan tradisional itu sudah ada sejak tahun 1998 hanya untuk hiburan rakyat warga setempat.

Luh Rina salah sorang anak yang ikut bermain ayunan itu mengaku tidak takut karena sudah dijaga oleh petugas sejak lama.

"Setiap peserta yang ingin bermain dikenakan biaya Rp5000 per orang dan dikasi sabuk pengaman serta diawasi petugas," ujarnya.

Dia mengaku sangat senang karena sangat jarang bisa menikmati wahana permainan tradisional tersebut.

Selain wahana bermain ayunan warga setempat juga disuguhkan berbagai aneka kuliner dan pasar sehingga membuat padat kondisi lalu lintas di sekitar Taman Ayun Mengwi tersebut.  (WDY)

Pewarta: Pewarta: Wira Suryantala

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017