Jakarta (Antara Bali) - Remaja sekalipun jika menderita tekanan darah tinggi maka ada resiko organ tubuhnya rusak, terutama jantung dan pembuluh darah.

"Beberapa remaja mungkin memiliki kerusakan organ yang berkaitan dengan tekanan darah," kata Elaine M Urbina, Direktur di Cincinnati Children's Hospital, Ohio.

Tekanan darah tinggi pada remaja didefinisikan berdasarkan persentil, bukan tingkat tekanan darah seperti pada orang dewasa.

"Pencitraan pada jantung mungkin berguna bagi kaum muda untuk menentukan seberapa agresifnya terapi," tutur Urbina seperti dilansir laman Indian Express.  

Sebuah studi yang dipresentasikan di depan Dewan Hipertensi American Heart Association (AHA) tahun 2017 di San Francisco beberapa waktu lalu menunjukkan kerusakan organ bahkan di kalangan pemuda bila tekanan darah kurang dari pada persentil ke-80.

Temuan ini juga memperlihatkan bahwa ada kerusakan jantung dan pembuluh darah pada kelompok berisiko menengah, yang memiliki tekanan darah pada persentil ke-80 sampai 90 dan kelompok berisiko tinggi, dengan tekanan darah di atas persentil ke-90.

Hipertensi didefinisikan terjadi bila tekanan darah sistolik dan diastolik di atas persentil ke-95 atau 150/100-159/109 mmHg (khusus remaja), berdasarkan jenis kelamin, umur, dan tinggi badan pada tiga atau lebih kesempatan pengukuran. (WDY)

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017