DPR apresiasi inovasi PUPR untuk rumah instan sederhana

DPR apresiasi inovasi PUPR untuk rumah instan sederhana

Ilustrasi proses konstruksi rumah instan sederhana. (Dokumentasi Kementerian PUPR)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membangun rumah instan sederhana (Risha) guna memenuhi kebutuhan perumahan seperti di daerah pascabencana.

Mohamad Hekal dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengapresiasi inovasi Risha guna memenuhi kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau seperti dalam mengatasi dampak dari bencana gempa.

Menurut dia, Risha merupakan hunian sementara yang bersifat cadangan dan tidak memaksa masyarakat untuk mengambilnya.

"Tidak adanya konsisten dari Pemerintah dalam mewajibkan mengambil Risha, yang pada akhirnya penyerapan rumah gempa ini ternilai rendah," ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa Komisi VI DPR RI akan terus mengkaji pembangunan RISHA yang tidak bernilai besar, tetapi upaya dan pekerjaannya cukup menyita banyak perhatian.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginginkan perilaku masyarakat dapat selaras dan adaptif dengan kondisi negara Republik Indonesia yang rawan terkena bencana di berbagai daerah.

"Yang harus kita lakukan adalah lebih intensif dalam menyadarkan masyarakat untuk berperilaku sesuai (tata kelola) kebencanaan," kata Basuki Hadimuljono saat memberi kata sambutan dalam acara Lokakarya Kesadaran Nasional Peduli Gempa dan Gunung Api yang digelar di Jakarta, Kamis (18/7).

Menurut Basuki Hadimuljono, dengan mengadopsi nilai kearifan lokal, berbagai pihak harus bisa memberikan arahan yang tepat terutama kepada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Menteri PUPR mengingatkan bahwa masih ada perilaku sejumlah kalangan masyarakat yang masih tinggal di bantaran dan palung sungai yang rawan banjir, serta ada pula yang tinggal di daerah tebing yang rawan longsor.

"Saya kira kita harus lebih apik lagi dan turun langsung untuk mengintervensi perilaku masyarakat," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan teknologi, rekayasa dan inovasi yang harus terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan menjamin keselamatan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Kekurangan bantuan korban gempa Mataram sudah ditransfer
Baca juga: Menko PMK tinjau pabrik pembuatan panel Risha
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019