Pemprov Jatim inginkan kerja sama Slovakia hadapi revolusi industri

Pemprov Jatim inginkan kerja sama Slovakia hadapi revolusi industri

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (kanan) saat menerima kunjungan Duta Besar Slovakia untuk Indonesia, Jaroslav Chlebo (tengah), di Surabaya pada Selasa (30/7/2019). (Foto Istimewa/Humas Pemprov Jatim).

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menginginkan ada kerja sama dengan Pemerintah Slovakia tentang penyiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perubahan-perubahan pada revolusi industri.

"Kenapa Slovakia? Sebab keduanya memiliki kemiripan, khususnya soal sentra industri yang tengah fokus pada revolusi industri 4.0," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Selain itu, kata dia, kedua wilayah tersebut juga sama-sama sebagai sentra industri, yakni Jatim untuk Indonesia, sedangkan Slovakia menjadi sentra industri di kawasan Eropa.

Secara khusus, orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut bahkan telah berdialog dengan Duta Besar Slovakia untuk Indonesia, Jaroslav Chlebo, yang berkunjung di Surabaya pada Selasa (30/7).

Baca juga: PASSTI siapkan standar penuhi kebutuhan SDM di era Industri 4.0

Menurut Emil Dardak, persoalan upah tenaga kerja juga menjadi fokus dalam upaya menyejahterakan buruh sekaligus membangun daya saing usaha yang kompetitif.

"Hal-hal inilah yang diharapkan bisa bersama-sama melakukan tukar pikiran untuk mencari solusinya," ucap mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Melalui kemiripan tersebut, lanjut dia, diharapkan kerja sama antara Slovakia dan Jatim dapat terus dikembangkan sehingga menjadi pintu masuk ke Eropa.

"Semuanya akan dibangun secara bertahap, mengingat kerja sama dengan Slovakia bisa menjadi jalan untuk kerja sama ke negara-negara lain," kata suami Arumi Bachsin tersebut.

Sementara itu, selain bidang perindustrian, Slovakia juga fokus dalam pengembangan bidang informasi dan teknologi.

"Ke depan, komunikasi terus kami lakukan dan diharapkan dapat membawa kabar baik bagi persahabatan kedua negara," katanya.
 
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019