DPP PDIP: Jangan ada faksi-faksi di Kalteng

DPP PDIP: Jangan ada faksi-faksi di Kalteng

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat diwawancarai sejumlah wartawan usai memimpin konfercab PDIP se-Kalteng di Kalawa Convention Hall Kota Palangka Raya, Rabu (10/7/2019). (FOTO ANTARA/Jaya W Manurung)

Palangka Raya (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengingatkan kepada seluruh pengurus dewan pimpinan cabang se-Provinsi Kalimantan Tengah, harus tetap solid dan jangan sampai ada faksi-faksi.

"Kalian sudah menentukan struktur (nama-nama pengurus) sendiri, saya mengharapkan di antara kalian sudah menjadi saudara, rekan kerja dan seperjuangan. Jadi, saya tidak mau mendengar ada faksi-faksi," kata Djarot usai menetapkan dan melantik ketua DPC PDIP se-Kalteng di Palangka Raya, Rabu.

Baca juga: Djarot ingatkan kader tidak bekerja sendiri-sendiri

Ketua DPC PDIP se-Kalteng yang dilantik antara lain Ketua DPC PDIP Kota Palangka Raya Nenie A Lambung, Ketua DPC Murung Raya Perdie M Yoseph, Ketua DPC Barito Timur Dendi Mahaputra, Ketua DPC Gunung Mas Akerman G Sahedar, Ketua DPC Pulang Pisau Puji Rustati Narang.

Kemudian Ketua DPC Katingan Sakarias, Ketua DPC Seruyan Yulhaidir, Ketua DPC Lamandau Budi Rahmat, Ketua DPC Sukamara H Zaini, Ketua DPC Barito Utara Sastra Jaya, Ketua DPC Barito Selatan Farid Yusran, Ketua DPC Kapuas Yohanes, Ketua DPC Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah, dan Ketua DPC Kotawaringin Timur Ahmad Yani.

Baca juga: Djarot ingatkan kader PDIP kedepankan nasionalisme

"Struktur DPC PDIP se-Kalteng yang ditetapkan dan dilantik hari ini adalah struktur yang kuat, mantap dan siap untuk memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Kalteng 2020, serta Pemilu 2024, termasuk Pilkada di Kabupaten Kotawaringin Timur 2020," kata Djarot.

Ketua DPP PDIP itu juga meminta kepada pengurus DPC se-Kalteng yang belum memiliki kantor sendiri atau masih bersifat meminjam, agar berupaya keras memilikinya. Paling tidak kantor atas nama PDIP bisa terwujud dalam waktu dua tahun terakhir.

Dia mengatakan PDIP ingin menjadi partai pelopor dari partai politik lain yang ada di Indonesia. Di mana pelopor maksudnya adalah partai yang utama menjunjung tinggi Pancasila, membuat dan berada di garda terdepan dalam melakukan perubahan yang arahnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Ingat, kalian semua didik untuk disiplin dan loyal. PDIP sebagai partai besar, menganut makna demokrasi terpimpin. Demokrasi yang dipimpin berdasarkan musyawarah mufakat. Demokrasi yang dipimpin oleh Pancasila," kata Djarot.
Pewarta : Kasriadi/Jaya W Manurung
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019