SatyaYudha: Revolusi industri 4.0 antarkan Airlangga raih doktor HC

SatyaYudha: Revolusi industri 4.0 antarkan Airlangga raih doktor HC

Menperin sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menerima gelar doktor honorisĀ causa bidang kebijakan publik (developmentĀ policy) dari KDI School of Public Policy di Seoul, Korea Selatan, Rabu (26/6/2019). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha menilai kesuksesan Menperin Airlangga Hartarto menerima gelar doktor honoris causa merupakan bagian dari keberhasilan Presiden Joko Widodo dalam menggerakkan revolusi industri 4.0.

Ketua Umum Partai Golkar itu menerima gelar doktor honoris causa bidang kebijakan publik (development policy) dari KDI School of Public Policy di Seoul, Korea Selatan, Rabu (26/6/2019).

Gelar doktor HC dari KDI School adalah pengakuan atas kesuksesan Airlangga dalam mengembangkan revolusi industri 4.0 di Indonesia dan ini bagian dari keberhasilan visi Presiden Jokowi untuk memajukan sektor industri di Tanah Air, kata dia yang turut mendampingi Airlangga menerima titel doktor HC tersebut di Seoul, Korsel, dalam rilis di Jakarta, Kamis.

Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Partai Golkar tersebut menambahkan Airlangga Hartarto dianggap cukup mumpuni dalam berkontribusi mewujudkan visi Nawacita Presiden Jokowi dalam masa pemerintahan periode pertama ini, khususnya pengembangan revolusi industri 4.0.

Sebagai inisiator road map Making Indonesia 4.0 pada April 2018 lalu, Pak Airlangga cukup sukses dalam menjabarkan visi sektor industri yang menjadi salah satu kerangka pembangunan masa depan Indonesia, ujarnya.

Revolusi industri 4.0 yang membawa industri pada digitalisasi, diyakini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Dengan peningkatan populasi anak muda, termasuk generasi milenial dan generasi Z, ekonomi Indonesia memperoleh bonus demografi yang akan mendorong ekonomi semakin maju, termasuk di bidang ekonomi digital.

Aspirasi besar dari Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk ke dalam 10 perekonomian utama di dunia pada 2030.

"Diharapkan, sektor industri ke depan mampu menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup tinggi sehingga bisa menopang Indonesia menjadi negara maju," kata Satya.

Baca juga: Negara ASEAN sepakat kerja sama hadapi revolusi industri 4.0

Baca juga: Menperin: Iklim investasi bergerak meski kurang 'nendang'

Baca juga: Pilihan orang pada revolusi industri 4.0, jadi pemimpin atau pengikut
Pewarta : Kelik Dewanto
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019