Papua Barat susun peta jalan investasi hijau

Papua Barat susun peta jalan investasi hijau

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Papua Barat Charlie Heatubun (ANTARA/Toyiban)

Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat  sedang menyusun grand design serta peta jalan investasi hijau untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui potensi sumber daya alam di daerah tersebut. 

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Papua Barat Charlie Heatubun di Manokwari, Jumat, menjelaskan, ini merupakan salah satu tindak lanjut dari konferensi internasional keanekaragaman hayati, ekowisata dan ekonomi kreatif yang digelar di Manokwari pada Oktober 2018.

Menurutnya, program investasi hijau merupakan upaya pemerintah dalam merealisasikan pembangunan berkelanjutan di daerah ini. Melalui program ini masyarakat didorong untuk mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan sistem lestari.

"Kita manfaatkan potensi yang ada pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, ekonomi kreatif dan juga ekowisata," kata Charlie.

Dokumen grand design dan peta jalan ekonomi hijau, kata dia, saat ini sudah memasuki tahap konsultasi publik pertama. Penyempurnaan akan terus dilakukan dengan menyerap masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Selain menyusun grand design dan peta jalan ekonomi hijau, Charlie berujar, Pemprov Papua Barat pun saat ini sedang melakukan revisi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

"Dokumen-dokumen ini yang nanti akan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten /kota dalam melaksanakan pembangunan. Kita sedang bergerak mulai dari hulu untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Papua Barat," katanya menjelaskan.

Tekait investasi hijau, kata Charlei menjelaskan, relasi yang dibangun Pemprov Papua Barat saat ini bukan untuk mencari investor agar masuk dan mengelola sumber daya alam di daerah ini. Melainkan mencari mitra untuk mendorong agar masyarakat bisa terlibat aktif dan memiliki kemampuan untuk mengelola sendiri potensi alam di sekelilingnya.

"Jadi paradigmanya bukan untuk mencari investor dari luar untuk masuk melainkan mencari mitra untuk mendorong pemberdayaan masyarakat," katanya lagi.

Ia pun berharap, masyarakat adat bisa terlibat secara aktif pada program investasi hijau. Disebutkannya, ini merupakan keinginan Gubernur Dominggus Mandacan agar masyarakat sejahtera melalui potensi SDA yang dimiliki.*

Baca juga: Laporan: Jakarta buka peluang investasi hijau 30 miliar dolar
Baca juga: BKPM targetkan investasi hijau tumbuh 20 persen
 
Pewarta : Toyiban
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019