Hujan deras rendam puluhan rumah di Palu

Hujan deras rendam puluhan rumah di Palu

Gerobak sapi mengangkut warga di genangan akibat banjir bandang di Dusun 1 Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (28/5/2019). Banjir bandang yang terjadi pada Minggu (26/5) malam itu adalah yang ketiga kalinya sejak 28 April lalu yang menerjang dusun 2 dan 3. Setelah didera bencana berulang kali, pemerintah setempat menyatakan butuh waktu yang cukup lama agar wilayah itu layak huni kembali. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pras (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Palu (ANTARA) - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah selama beberapa jam menyebabkan banjir merendam puluhan rumah di sejumlah lokasi permukiman penduduk.

Bahkan air yang meluap dari drainase mengalir bagaikan sungai di beberapa badan jalan di dalam Kota Palu, Sabtu

Kondisi itu seperti yang terlihat di Jalan Karajalembah sehingga kendaraan yang melintas tampak hati-hati.

Di kawasan itu banyak rumah warga yang dekat dengan jalan terendam banjir.

Kawasa lainnya yang juga terendam banjir adalah wilayah Jalan Malaya, di Kelurahan Birobuli Selatan. Di wilayah itu juga banyak rumah warga yang ikut terendam.

Sementara air Sungai Palu terlihat mulai bertambah dan keruh sehingga warga yang tinggal di dekat daerah aliran sungai (DAS) diminta pihak berwenang untuk tetap waspada karena banjir kiriman sewaktu-waktu bisa terjadi apabila hujan deras di hulu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon mengatakan Sungai Palu selama ini rawan banjir ,sebab ada beberapa sungai yang bermuara di Sungai Palu.

Karena itu, kata dia, warga di sepanjang DAS Palu diharapkan untuk tetap siaga. Apalagi ada sejumlah wilayah yang dekat sungai setiap kali air sungai meluap dipastikan terendam banjir.

Dalam beberapa hari ini, kata dia, saban hari hujan mengguyur wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

Baca juga: BPBD pantau ketinggian air di sungai Palu pascadiguyur hujan

Baca juga: Banyak warga Palu tidak patuhi zona rawan bencana
Pewarta : Anas Masa
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019