Banjir di Mahakam Ulu mulai surut

Banjir di Mahakam Ulu mulai surut

Dua orang sedang berjalan di ketinggian banjr di atas dada orang dewasa di Jalan Bang Juk, Kampung Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, sedangkan beberapa orang lainnya tampak di atas perahu untuk aktvitasnya. Sabtu (15/6). (ANTARA/Ist)

Mahakam Ulu, Kaltim (ANTARA) - Banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Mahakam yang melanda semua kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, sejak Kamis (13/6), mulai surut pada Sabtu, meskipun air masih setinggi orang dewasa.

"Sekarang aku di atas loteng rumah, coba lihat jalan depan rumahku, ketinggian air sampai sedada orang dewasa, padahal sekarang sudah surut ketimbang ketinggian air kemarin," ujar Imran, warga Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu ketika dihubungi melalui panggilan video di Mahakam Ulu, Sabtu.

Dalam panggilan video itu, tampak beberapa anak bermain di atas perahu kayu dengan tali perahu ditarik oleh bapaknya. Seorang bapak yang sedang berjalan di Jalan Bang Juk, jalan utama Kampung Ujoh Bilang tersebut, terendam air dengan ketinggian sampai dadanya.

Di arah yang lain, masih di Jalan Bang Juk, tampak dua perempuan dewasa juga sedang keliling menggunakan perahu karet. Saat itu juga, terlihat perahu karet ditarik oleh lelaki dewasa yang badannya juga hanya terlihat bagian pundak ke atas karena bagian badan lainnya terendam air.

Imran yang kesehariannya sebagai reporter RRI Long Bagun, Mahakam Ulu itu, menuturkan bahwa saat ini ia dan keluarga pindah ke lantai dua rumahnya.

Ia juga menuturkan bahwa ada beberapa perkakas rumah yang masih terendam banjir karena tidak sempat diselamatkan, saat air masuk pertama kali pada dua hari lalu, Ketika mulai terjadi banjir, ia tidak ada di rumah.

Imran juga menjelaskan bahwa warga yang memiliki rumah bertingkat, sebagian perkakasnya sudah dipindah ke loteng, sedangkan warga yang rumahnya tidak bertingkat dan rumahnya teredam lebih dari separuhnya, mereka mengungsi ke rumah keluarga atau ke daerah yang daratannya lebih tinggi.

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana dan Pengembangan Kerjasama Tagana Kabupaten Mahakam Ulu Martinus Panyu menjelaskan hampir setiap tahun kawasan di Mahakam Ulu terdampak banjir, namun tahun ini sebagai yang paling parah.

"Kalau Mahulu (Mahakam Ulu) memang hampir tiap tahun ada banjir, namun banjir paling tinggi terjadi sekarang karena ada beberapa lokasi yang kedalaman banjirnya sampai tiga meter. Saat ini, kami bersama APMS Pertamina, kepolisian, dan pihak lain masih melakukan pertolongan bagi korban banjir," ucap dia.

Baca juga: DPRD Kaltim minta pemda segera mencari solusi atasi dampak banjir

Baca juga: ACT bantu korban banjir Samarinda

Pewarta : M. Ghofar
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019