Banjir di Mahakam Ulu, tinggi air rata-rata 60 cm

Banjir di Mahakam Ulu, tinggi air rata-rata 60 cm

Tampak kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mahulu di Ujoh Bilang, terendam lebih dari separuhnya, Jumat (14/6). (ANTARA Foto/Ghofar)

Mahakam Ulu (ANTARA) - Banjir yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), kawasan perbatasan dengan negeri jiran, Malaysia , ketinggian air rata sekitar 60 cm.

"Kalau untuk Kecamatan Long Bagun, air mulai naik ke kawasan pemukiman kemarin sore sekitar pukul 17.00. Naiknya cukup cepat sehingga siang ini di atas pinggang, sekitar 60 cm," ujar Wijana, seorang ASN pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu di Ujoh Bilang, Jumat (14/6).

Banjir di Kabupaten Mahulu disebabkan oleh meluapnya Sungai Mahakam dari kawasan paling hulu, sehingga banjirnya pun dimulai dari kawasan hulu, yakni dari Kecamatan Long Apari pada Kamis pagi, kemudian Kecamatan Long Pahangai mulai kena pada siang, dilanjutkan masuk Kecamatan Long Bagun pada sore.

Saat ini beberapa pemukiman warga di kecamatan hilirnya Long Bagun juga sudah terendam banjir, yakni beberapa titik di Kecamatan Laham. Hujan terjadi hampir setiap hari, termasuk tadi malam di kawasan itu juga hujan sehingga menambah volume air.

Belum diketahui pernyataan resmi dari pemerintah setempat berapa jumlah KK yang terendam, namun diperkirakan ada ribuan rumah penduduk terdampak banjir yang tersebar pada lima kecamatan dengan kawasan paling hilir yang saat ini juga terdampak banjir adalah di Kecamatan Long Hubung.

Menurut Wijana, ketinggian air yang rata-rata 60 cm tersebut untuk kawasan yang memiliki dataran sedang, sementara untuk pemukiman yang lebih rendah tentu kedalaman banjirnya juga lebih dalam.

Saat ada beberapa keluarga terdampak banjir yang mengungsi ke berbagai titik, seperti ke kawasan yang lebih tinggi, Gereja Katolik, dan Gereja Kristen

Seperti kejadian sebelumnya, jika di kawasan hulu Mahakam air meluap, dipastikan akan berdampak ke sejumlah daerah di hilirnya seperti Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda, sehingga banjir di Samarinda yang saat ini mulai surut, maka warga perlu waspada mendapat banjir kiriman dari hulu Mahakam. 
Pewarta : M.Ghofar
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019